Taechan and her mind~

Posts Tagged ‘My Little Brother

1 bulan kemudian

“ini apa hyung???” Tanya Yoseob penuh kebingungan ketika hyungnya memberikan sebuah kotak. “Coba dibuka dulu aja~” Yoseob pun membukanya dan ternyata…. sebuah handphone mini flip berwarna putih dengan gantungan berbentuk ramen. “Waaaa~ gomawoyo hyung~ ^^” “Sama-sama. Kamu jaga baik-baik ya handphone ini~” “Baik, hyung~” Sejak Junhyung membelikan Yoseob handphone, Yoseob lebih mudah untuk mengabari Junhyung. Junhyung tak pernah lupa membelikan pulsa untuk handphone Yoseob.  Suatu hari ketika Junhyung dan Yoseob sedang di rumah….. “Hyung, kulkas kita sudah hampir kosong.” Kata Yoseob sembari mengecek keadaan kulkas. “Jinjja? Ya sudah, kamu belanja, kih! Nanti teman-temanku akan datang pukul 5 sore.” “ya sudah, hyung. aku berbelanja ke pasar swalayan sekarang.” “ini uangnya. Kamu beli yang kita butuhkan saja ya~” kata Junhyung sambil memberikan sedikit uang untuk Yoseob. “Baik, hyung.” Yoseob pun bergegas pergi. “Ah, sambil menunggu Yoseob, lebih baik aku membereskan kamar omma dan appa.” Junhyung pun membereskan kamar omma-appanya yang sangat penuh dengan dokumen. Junhyung pun mulai melihat isi dokumen-dokumen tersebut. Ada yang mengenai pekerjaan ayahnya, mengenai keluarga besarnya, sampai 1 dokumen misterius yang membuat Junhyung penasaran. “Dokumen apa ini?” Ucap Junhyung dalam hati. Pada cover depan bertuliskan ‘HASIL PEMERIKSAAN’ . Junhyung mulai membaca satu per satu kalimat yang tertera pada laporan tersebut sampai akhirnya….

 

Diagnosis —> Yang Yo Seob menderita penyakit kelainan paru-paru.

“MWOYA??!!! Tidak mungkin Yoseob terkena penyakit ini!!” Tiba-tiba, handphone Junhyung berbunyi. Ada telepon ari Yoseob.  “Yoboseyo??Saeng-ah!” “Jun Hyung!”  “Ya, Hyunseung! Kenapa handphone Yoseob bisa ada sama lo??!” “Yoseob pingsan di jalan! Yoseob gak berhenti sesak napas dari tadi. Sekarang, gue, Dongwoon, sama 2 temen lo, Kikwang n’ Doojoon lagi bawa Yoseob ke Rumah Sakit Myeong-dong!” “Ya, udah. Gue nyusul ya!” Junhyung sangat takut. Pikirannya tidak tenang. “Saeng, bertahan ya!” Sesampainya di UGD Rumah Sakit Myeong-dong….. “Doojoon hyung, Yoseob mana??!!” Tanya Junhyung. semua hanya menunduk. “Yoseob eotteokhae??!!” “Keadaan Yoseob parah karena kita gak pernah tau penyakit saeng lo selama ini….” Kata Dongwoon. Junhyung benar-benar menangis saat itu. “Gue juga baru tahu tadi…. Kenapa omma-appa gue gak ngasih tau dari dulu?!” “Sabar, ya, Jun. Yoseob pasti sehat lagi kok!” Kata Kikwang sambil menepuk pundak Junhyung. “Gomawo, ya, Ki.” Tiba-tiba, dokter pun keluar. “Apakah anda hyungnya Yoseob?” “Ya. Saya hyungnya. Waeyo?” “Yoseob butuh donor jantung secepatnya. Anda hanya perlu mengambil jantungnya yang tipe C di Yayasan Jantung. Kami tadi sudah menghubungi pihak yayasan.” “Jinjja?! Gamsahabnida!” Akhirnya, Junhyung memutuskan untuk berangkat sendirian ke Yayasan Jantung yang cukup jauh dengan mobilnya Doojoon. Sementara di rumah sakit, keempat teman Junhyung menunggu dengan paniknya. Beberapa jam kemudian…….. “Aduh, Jun dimana ya? Kok dia lama?” Tanay Doojoon. Tiba-tiba ada seorang perawat mendatangi mereka. “Apakah kalian chingu dari Junhyung dan Yoseob?” “Ne, keuraeyo~ Wae?” “Mianhaeyo~ Mereka berdua telah tiada……” “MWOYA???!!!”

 

“Waeyo?!!!” Tanya Dongwoon. “Junhyung mengalami kecelakaan yang sangat parah ketika akan mengantarkan jantung ke Rumah Sakit. Karena sudah terlalu lama, Yoseob pun sudah tidak kuat juga….” “God bless them……” “Oh, ya, saya menemukan surat dari Junhyung dan Yoseob sebelum meninggal….”

 

Junhyung :

To Yoseob : Saengku, gomawo ya, untuk beberapa bulan ini, kamu membuat hyung benar-benar menjadi seorang hyung yang baik. Mianhae ya, saeng, kalau hyung dulu jahat sama kamu~ dan, mianhae juga kalo hyung gak bisa nyelamatin hidup kamu~ Tapi, kita pasti ketemu lagi, kan? Saengku hanya 1 yaitu, Yang Yo Seob.

 

Yoseob :

To Jun Hyung : Hyung, mianhae ya kalau aku sering bikin hyung kesal selama ini. Aku juga gak tau asal-muasal penyakitku. Hyung adalah hyung yang paling baik yang pernah aku temui. Aku benar-benar bangga punya hyung seperti Jun Hyung~ Kita pasti selalu bersama, hyung~ Hyungku hanya 1, yaitu Yong Jun Hyung

 

 Mereka berempat tidak mampu membendung tangisnya. Betapa saling menyayanginya Junhyung dan Yoseob. We are believe that Junseob is still there!!

 

 

The End

 

Begitu Yoseob bangun….. “Hyung eodieyo???” Tanya Yoseob sedikit berteriak. “Saeng, hyung di dapur….” Kata Junhyung. “Hyung…..” Yoseob pun keluar dari kamar dan langsung memeluk Junhyung. “Hyung, gwencana???” “Ya, hyung gapapa kok. Mianhae ya, Yoseob…. Hyung selama ini kasar sama kamu…” “Gwencanayeo, hyung~~ Nan yongsohada~~” Awalnya, Junhyung belum terbiasa untuk dekat dengan Yoseob. Ia masih malu-malu dan canggung untuk dengan Yoseob. Namun, Junhyung berniat untuk berubah. Junhyung berniat untuk mulai menyayangi Yoseob seperti adik kandungnya sendiri. Malam itu….. “Yoseobie, sini deh….” Kata Junhyung memanggil Yoseob. “Wae, hyung???” “Hyung pengen cerita-cerita sama kamu.” “Emangnya kenapa hyung?? Tiba-tiba, hyung pengen cerita-cerita sama aku…” “Gwencana. Dulu kan hyung gak deket sama kamu. Jadi, hyung pengen berbagi sama kamu…” “Jinca?” “Ne…” Akhirnya, mereka bercerita-cerita. Beberapa kali mereka tertawa bersama. Namun, kadang-kadang mereka menitikan air mata. Apalagi saat Yoseob bercerita bahwa ia sangat sedih ketika Junhyung membencinya.. “Saeng, mianhae ya kalo hyung sering marah-marah sama kamu…” “Gwencanayeo, hyung.. Sudah terjadi, mau diapakan lagi….”

1 bulan Kemudian di liburan musim panas……

“Yang ini apa yang ini ya?” Gumam Junhyung dalam hati sambil membaca lamaran pekerjaan di koran. “Ah, yang ini saja!!” Akhirnya, hari itu, Junhyung mendatangi coffee shop itu. “Annyeonghaseyo…” “Oh, oeseo sipsiyo..” “Saya ingin melamar pekerjaan disini..” “Ah, kamu baca lamaran di koran, ya? Apa kamu boleh langsung kerja di sini?” “Oh, ya. saya bisa langsung bekerja hari ini.” “Segera ganti baju ya.” Bos baru Junhyung bernama Yoon Doo Joon. slalah satu pegawai disini (teman barunya) bernama Lee Ki Kwang. “Hai, pegawai baru ya disini?” Tanya Kikwang. “ya…..” “Tinggal dimana?” “Di Mapo…” “oh. Ireumi Mwoeyo?” “Ne ireumeun Yong Jun Hyung-imnida.” “Ah, ne ireumeun Lee Ki Kwang-imnida~ bankapseumnida~” “Aku harus bisa bekerja giat di sini supaya aku bisa membelikan Yoseob sebuah handphone….” Gumam Junhyung dalam hati.

To be Continued….

“Kenapa umma dan appa harus meninggalkan aku dengan anak ingusan itu??!!” Kata Junhyung dengan kesalnya. Begitu Yoseob pulang…….. “Hyung, omoni sama abeoji mana??” “Ninggalin kita berdua disini untuk bulan madu!!!!!! huh!” Junhyung dengan kesalnya pergi dan meninggalkan Yoseob di ruang tv.

I Bulan kemudian……..

“Hyung, cepetan!!!!!!” Yoseob dan Junhyung berlari menuju ke segerombolan orang di dermaga. “Umma, Appa……” Yoseob dan Junhyung mulai menitikan air mata saat jasad kedua orangtuanya ditemukan terbujur kaku di hadapan mereka. “Umma!! Appa!!” Yoseob memeluk jasad kedua orangtuanya, sementara Junhyung hanya melihat dan menitikan air mata. “WAE??? Kenapa kalian harus meninggalkan aku??!!” Kata Junhyung dalam hati. Besoknya di rumah setelah pemakaman….. “Hyung………..” Kata Yoseob dengan pelan. “Wae???!” “Mianhae hyung……” “Hmm??” “Waktu itu, aku yang mengusulkan umma dan appa untuk bulan madu…..” Junhyung langsung berdiri. “MWO???!!! Jadi kau yang…… ARGH!!!! Yoseob!! Baboya!!!!!!!!” “Mianhae, hyung…..” Junhyung yang sangat kesal tidak peduli dengan Yoseob yang mulai menangis. Junhyung menampar Yoseob dan meninggalkannya di rumah. “Hyung!!!!!!!!!!” Junhyung pun berlari ke kuburan orangtuanya di saat hujan dan banyak petir. Junhyung pun menangis keras di kuburan. “Wae??? Kenapa aku punya adik seperti itu, Omma, Appa??!” Kata Junhyung dengan kesalnya. Sementara Yoseob…… “Hyung!!!!!!” Yoseob dengan payungnya mencari Junhyung di pemakaman. Begitu menemukan Junhyung pingsan…… “Hyung!! Kenapa denganmu????” Yoseob langsung membopong Junhyung pulang. Sampai di rumah, Yoseob menyelimuti Junhyung dan menyalakan alat penghangat. “Hyung, aku temani kau sampai sadar…..” Kata Yoseob, lalu ia tidur di samping Junhyung. Paginya………. “Hmm, kenapa denganku??” Tanya Junhyung. Ia melihat Yoseob tidur di sampingnya. “Yoseob, kenapa kau baik padaku sekalipun aku sangat jahat padamu???” Renung Junhyung dalam hati. Ia mulai merasa bersalah terhadap adik tirinya ini…….

 

To Be Continued…. ^_^

“Umma, aku berangkat dulu ya!” Kata Junhyung sambil mengambil rotinya. “Kamu gak makan bareng Yoseob dan appa??” Tanya Umma tirinya, SooMin. “Aniyo, umma. Nanti bisnya keburu pergi.” “Ya sudah. Cepat sana!” “Ya, aku berangkat ya! Annyeong!” Junhyung segera menggendong tas biru hitamnya dan bergegas pergi. Tapi, tiba-tiba… “Junhyung!!!!!” JungSeok Appa ternyata memanggil. “Wae, appa??” “Dongsaeng kamu pengen ikut naik bis!!” “Yoseob????” Junhyung menghela napas dalam-dalam. “Ah, appa, masa dia ikut??” “Biar nanti kalau appa pensiun, Yoseob bisa naik bis juga…..” “Dia aja sendiri!!!!! Males banget!!” Kata Junhyung dengan sinisnya.  JungSeok appa hanya geleng-geleng kepala. Anaknya, Yong Jun Hyung sebal sekali dengan saudara tirinya, Yang Yo Seob, anak dari istri barunya, Im Soo Min. Junhyung pun mengomel sendiri di luar rumah….. “Apaan sih appa! Nyuruh-nyuruh si YangYo ikut!” Tapi, tiba-tiba……….. “Hyung!!!!!!!!!” Yoseob memanggil dari kejauhan. “Mwo??!” “Kata Appa aku disuruh ikut hyung naik bis ke sekolah…..” Kata Yoseob dengan polosnya. “Kenapa gak naik sendiri aja sana?!” “Tapi kata Appa, hyung ikut dulu….” Junhyung pun menghela napas. “Ya udah!! Masuk ke bis sana!” “Komawo, hyung!!!!!” Akhirnya, Junhyung mengantar Yoseob sampai di sekolahnya. Sampai di sekolah Yoseob……. “Bawa uang gak??” Tanya Junhyung. Yoseob menggelengkan kepalanya. “Kamu nih gimana sih!!!!!!!!!!!!! Udah aku bayarin!!!! Awas kamu ya! ganti 5 kali lipat di rumah!!!!!!!!” Kata Junhyung dengan marahnya. Akhirnya, Junhyung terpaksa membayari uang bisnya. Langsunglah……….. habis uang Junhyung…….. Saat istirahat di kantin, Junhyung hanya termenung di meja kantin. “WOI!!!!” Teriak sahabatnya, Dongwoon dan Hyunseung. “Wae, Jun?? Lo kok gak makan?? biasanya lo langsung ngejar makan di kantin…..” Tanya Hyunseung. “Gue gak punya duit…. Duit gue dipake buat bayar uang bis adek gue! Gila ya tuh anak gak berhenti nyusahin gue!!!” Kata Junhyung. “Tahan aja, Jun!! Bentar lagi juga sadar kali tuh anak!” Kata Dongwoon. Sepulang sekolah……… “Umma!!!!” Teriak Junhyung. Sayangnya tidak ada yang menyahut. Junhyung melihat sebuah catatan di kulkas. “Apaan nih??” Tanya Junhyung.

“Mianhae, Junhyung, Yoseob… Appa dan Umma akan bulan madu lagi ke Hawaii. Kalian jaga diri ya! Appa meninggalkan uang kok! Love you my kids!!”

“MWO????????????!!!!!”

 

To be continued……



  • 심태찬: heo gyeonghwan juga ganteng kok hehe cuma kalo 7 ini termasuk tinggi gitu, kalo heo gyeonghwan kan pendek huhu :)
  • Caroline: kok ga ada heo gyeong hwan ya?X')
  • Dyah Galih (@dyahlittle): Sohee kayak kembarannya Xiumin :D Kris juga mirip Jerry Yan cool and Sehun mirip Wu chun imut banget!

Categories