Taechan and her mind~

Posts Tagged ‘My Animal Doctor

Di rumah sakit, Taechan hanya bisa menangis. Dia benar-benar tidak tahu Jongin sakit apa. “Sabar, Tae………” Kyungsoo menenangkan Taechan. “Aku mencoba, Kyungsoo. Tapi……… entah aku terpikiran Jongin.” Ucap Taechan. Dia sangat sedih. Tiba-tiba, dokter pun keluar. “Dokter, apa yang terjadi dengan Jongin?!” Tanya Taechan. “Anda tidak tahu? Dia menderita leukemia sejak lama.” Kata dokter. Taechan terbelalak. “Mengapa……… ia tidak pernah memberitahuku?” Taechan bergumam dalam hati. “Oh, ya, Jongin-ssi telah siuman. Dia mencari Sehun~” Kata sang Dokter, lalu berjalan pergi. Sehun pun masuk ke ruang UGD. “Jongin……” Jongin pun terbangun. “Sehun?” Tanyanya pelan. “Ne, ini aku. Kenapa kau memanggilku?” Tanya Sehun. “Hun, aku punya 1 permintaan untukmu.” Katanya rintih. “Mworago?” “Tolong…… saat aku pergi nanti, menikahlah dengan Taechan.” Sehun terbelalak. “Tapi……… Jongin, dia yeojachingumu~” “Aku tidak bisa menemaninya secara fisik, Hun. Dan, aku tidak mau membiarkannya menjadi perawan tua. Aku juga tidak bisa membiarkan sahabatku menjadi bujangan tua.” Kata Jongin sambil tersenyum. “Jebal…… lakukanlah ini untukku, Hun~” Pinta Jongin. “Okay, okay. Ini karenamu, aku melakukannya.” Kata Sehun. “Gomawo, Hun. Tolong panggilkan Taechan ya~” Kata Jongin. Sehun pun segera keluar dan memanggil Taechan. “Tae, Jongin mencarimu.” Kata Sehun. Taechan pun segera masuk ke ruang UGD. “Jongin………” Taechan segera mendekati Jongin, sambil menghapus air matanya. “Hey, waeyo? Uljima, Tae…” Jongin menghapus air mata di pipi yeojachingunya itu. “Kenapa memanggilku?” “Tae, aku punya 1 permintaan untukmu.” “Permintaan apa?” “Tolong, menikahlah dengan Sehun.” Taechan sangat kaget. “Aku tidak bisa, Jongin. Mengapa kau menginginkannya? Kau namjachinguku!” “Tapi aku akan pergi, Tae~ Aku tidak bisa menjagamu secara fisik~” Kata Jongin rintih. “Jebal, Tae………” Taechan pun menitikkan air mata. “Okay~ Aku akan melakukannya. Demi kamu, Jongin~” Taechan tertunduk. Dan, perlahan, Jongin menutup matanya. “Jongin, Jongin, Jongin!!!!” Taechan berusaha membangunkan Jongin, tapi tetap saja. Jongin sudah pergi. “Jongin!!! Kenapa kau begini?! IREONA!!! IREONA, PABO!!!” Taechan terus berteriak menangisi Jongin. Teman-temannya masuk dan menghiburnya. “Tae, biarkan Jongin tenang di sana~ Jangan biarkan ia terganggu dengan kesedihanmu.” Sehun memeluknya dari belakang. Taechan tetap menangis, dan menangis. Ya, memang sulit saat kita kehilangan seseorang yang kita cintai. But, life goes on and we have to move on. Hidup memang berat, tapi harus dijalani. 1 tahun setelah meninggalnya Jongin, Taechan sudah mulai bisa menerima segalanya. Dan, Sehun pun melamarnya. Mereka menikah 6 bulan kemudian dan memiliki 2 anak. Yap, that’s what you called Life goes on.

 

 

 

sorry banget ya endingnya gantung-gantung begitu 😦 agak susah memang memikirkan endingnya karena aku gamau endingnya mirip sama Letter~ please understand yaaaaa ^^

Hari itu, mereka semua pulang ke Seoul. Perjalanan memakan waktu 14 jam. Jadi, mereka terpaksa untuk tidur di pesawat. Baekhyun dan Chanyeol duduk bersama. Suho duduk bersama Kyungsoo. Sehun duduk bersama seorang turis lain. Taechan dan Jongin duduk bersama. “Wajah Jongin sangat pucat. Ada apa dengannya?” Tanya Taechan dalam hati ketika melihat wajah Jongin saat ia tertidur. Taechan langsung memegang kening Jongin. “Omona! Aigoo, Jongin, kenapa kau sakit lagi?!” Taechan segera mengambil plester dingin di tasnya, lalu memasangkannya pada kening Jongin. “Jongin, ireona. Kau sakit lagi~ Mau minum obat?” Tanya Taechan pelan pada Jongin. “Aniyo,Tae~ aku sangat lelah aku tidak tahu kenapa.” Katanya lesu. “Jongin, tapi kau berkeringat dingin~ Ada apa denganmu?” Tanya Taechan. “Aku tidak apa-apa, Tae~ Percayalah~” Kata Jongin sambil memegang tangan Taechan. “Aigoo, aku tidak bisa memaksamu lagi. Ya sudah kalau kau tidak mau~” Kata Taechan. Selama 14 jam perjalanan ke Seoul, Taechan sama sekali tidak bisa tidur. Seakan ada sesuatu yang mengganggunya. Berhubungan dengan Jongin? Ya. Saat tidur, tiba-tiba kepala Jongin terkena kaca pesawat. “Auuuu……” Jongin merintih. “Omona, gwenchana?” Tanya Taechan sambil melihat daerah kepala Jongin yang terkena kaca. “Mengapa langsung memar? Ini hanya terjedot kaca dan tiba-tiba langsung menjadi memar? Aneh~” Taechan bergumam dalam hati. Malam itu, banyak keanehan yang ditunjukan Jongin. Contohnya, ia tiba-tiba merasa nyeri dengan tulang punggungnya, batuk selama tidur, mulai muncul bercak merah-merah di lehernya. Akhirnya, mereka pun hampir sampai di Seoul. “Jongin, ireona~ kita hampir sampai~” Taechan membangunkan Jongin ketika mereka hampir sampai di Seoul. Namun, Jongin tidak kunjung bangun. “Jongin, Jongin, ireona~ Ireona!” Taechan mulai berteriak, tapi Jongin tak kunjung bangun. Sampai, darah mengucur dari hidung Jongin. “Jongin!!!!” Mereka semua mulai panik. Suho dan Kyungsoo pun segera menghubungi pilot pesawat agar mereka menelpon ambulan agar datang cepat ke bandara. Sesampainya di bandara Kimpo, Jongin langsung dibawa ke rumah sakit dengan ambulan.

2 Minggu setelah acara minta maaf itu, mereka bertujuh pergi liburan ke Hawaii. Di sana, mereka sangat bersenang-senang. Entah bermain-bermain di pantai Papakolea yang berpasir hijau, atau membeli oleh-oleh di toko-toko cinderamata. Dua Happy Virus mereka, Baekhyun dan Chanyeol sangat senang bermain di pantai. Suho, Taechan, dan Kyungsoo sibuk membeli cinderamata untuk kerabat-kerabat mereka di Korsel. Jongin bermain voli dengan beberapa pria. Sementara, Sehun mengunjungi peramal terkenal di Hawaii. Sehun pun duduk di ruangan penuh lampu berwarna ungu, merah, dan biru milik sang peramal. “Apa yang ingin anda tanyakan?” Tanya sang peramal sambil menutup mata. Sehun mulai menanyakan banyak hal. Mulai dari karirnya, waktu berjalannya petshop, karir teman-temannya, jodoh Baekhyun, Chanyeol, Kyungsoo, dan Suho. Untungnya, ia sudah membawa foto mereka masing-masing. Dan, Sehun pun bertanya mengenai dirinya, Jongin, dan Taechan. “Peramal, apa yang akan terjadi dengan hubunganku dan Taechan?” Tanya Sehun sambil memberikan foto Taechan. Peramal melihatnya sejenak. “Hmm…… kalian akan mengalami hubungan yang baik.” Katanya tenang. “Kalau, Taechan dengan Jongin?” Tanya Sehun sambil menyodorkan foto Jongin. Ketika meraba foto itu, sang peramal terbelalak. Ia memegangi dadanya yang kesakitan. “Peramal! Peramal!” Sehun langsung mendekati peramal itu. “Peramal, anda tidak apa-apa?!” Tanya Sehun panik. “Bukan aku yang sakit. Tapi temanmu.” Katanya terengah-engah. “Mwo?!” Sehun terbelalak. “Ya. Jongin atau siapapun, temanmu itu, dia sakit. Dia sakit leukemia~” “Mwo?!” Sehun menutup mulutnya yang terbuka. Ia benar-benar tidak percaya. “Apa Jongin sudah tahu?” Tanya Sehun. Peramal hanya mengangguk. Sehun pun segera pergi dari tempat peramal. “Apa yang dikatakan peramal itu benar? Apa Jongin memang sakit?” Tanyanya dalam hati. Ia segera mendatangi teman-temannya. “Sehun, kau kenapa? Mukamu seperti orang takut.” Tanya Jongin sambil menepuk pundak Sehun. “A-a-aniyo. Aku tidak apa-apa~ Tadi aku pergi ke peramal lalu dia mengatakan sesuatu yang membuatku takut.” Kata Sehun gelagapan. “Kekekeke, kau ini! Peramal kau percaya!” Kata Jongin sambil tertawa.

“Omona, Jongin!!” Jongin, dengan tubuhnya yang basah kuyup dan mabuk. “Jongin, ireona! Pabo, ireona!” Kata Taechan sambil memegang wajah Jongin, dan menggoyang-goyangkan tubuhnya. “Omona, Taechan, jadi dia Jongin?” Tanya ahjumma. “Ne, ahjumma. Apa yang dia pesan?” “3 botol soju 70%. Dia sangat mabuk, Tae. Kau harus membawanya pulang.” “Ne. Ahjumma, aku pulang dulu.” Taechan segera pulang sambil merangkul Jongin. Beruntung, Shim ahjussi sudah pindah ke Mokpo dan bekerja menjadi nelayan. Sesampainya di rumah, Taechan segera mengganti baju Jongin yang basah dengan baju Shim ahjussi yang tersisa di rumah, lalu mengeringkan rambutnya dengan handuk. “omona, badannya panas. Aish, pabo, kenapa kau lakukan ini pada dirimu sendiri?” Badan Jongin panas karena kehujanan. Taechan segera menyiapkan air hangat dan handuk kecil untuk mengompres kening Jongin. Ketika ahjumma pulang, “Taechan… kau akan menjaganya?” Tanya ahjumma sambil menurunkan tasnya. Taechan mengangguk. “Ne.” “Jangan sampai sakit, Tae. Ahjumma tahu, kau ingin menjaganya.” “Araseo, ahjumma.” Semalaman, Taechan tidak tidur. Ia mengompres kening Jongin dan menunggunya sampai bangun. Terkantuk-kantuk dan harus minum kopi, itu pasti. Tapi, Taechan bukan orang yang gampang menyerah. Pagi hari, ia membuat bubur jagung untuk Jongin. Walaupun masih ngantuk, ia harus melakukannya. Ahjumma pun sudah berangkat ke kedai soju. Ketika ia sedang memasak, tiba-tiba Jongin bangun. “umm…… aku dimana?” kata Jongin dalam hati. “Rumah ini……” Dan ia melihat perempuan di dapur. Sekejap, Jongin memeluknya. “Taechan………” Jongin berbisik di telinga Taechan. Suara tangisan kecil terdengar dari mulutnya. “Mianhae……” Kata Jongin pelan. “Aniyo. Aku yang seharusnya bilang Mianhae~ aku yang salah.” Kata Taechan sambil menangis pelan. Jongin pun mempererat pelukannya, membuat Taechan semakin sesak. “Aniyo. Aku yang salah! Aku yang tidak bisa hidup tanpamu! Selama aku bekerja sendirian di petshop, aku memikirkanmu. Tapi berusaha menolak apa yang ada di dalam pikiranku. Aku memang salah.” Hati Taechan semakin bergetar. Tangisnya semakin kencang. “Berbaliklah.” Kata Jongin pelan. Ketika Taechan berbalik… “Cup!” Jongin menciumnya tepat di bibir. Taechan awalnya kaget, namun dengan menutup matanya. Hatinya benar-benar bergetar dengan hangat saat itu. Jongin melingkarkan tangannya di pinggang Taechan. Dan, Taechan melingkarkan tangannya di leher Jongin. Menariknya agar ciuman itu semakin dalam. Jongin pun langsung memeluknya erat. “Aku tidak mau kehilanganmu. Aku memang keras kepala, karena menolak fakta kalau aku membutuhkanmu.” Kata Jongin sambil membelai kepala Taechan. Taechan pun hanya tersenyum kecil. “That’s my girl~ Aku cinta senyummu~” Kata Jongin. “Dan, aku yakin kau merindukannya.” Kata Taechan sambil tersenyum. “kekekeke~” Jongin hanya tertawa malu. “Aish, kau sebaiknya istirahat dulu. Aku masih memasak buburmu~” Kata Taechan sambil mencubit hidung Jongin. “Ne, arayo, Tae~” Kata Jongin, sambil pergi menuju ruang tengah. “Semalam, aku pasti sangat mabuk ya?” Tanya Jongin sambil berbaring di sleeping bed. “Ya, begitulah. Dan kau juga sakit. Badanmu sangat panas.” Taechan menjawab sambil membawa 2 mangkok bubur jagung. “Selamat makan!” Ucap keduanya. Mereka pun makan dengan lahap. “Oh, Jongin, aku ingin kau menemui seseorang.” Kata Taechan. “Nugu?” “Nanti kau pasti tahu. Aku harus mandi dulu!” Kata Taechan sambil berlari ke kamar mandi. “Kekekeke nae pabojiman yeppeo yeoja~”Kata Jongin sambil tertawa melihat Taechan lari pontang-panting ke kamar mandi. Taechan pun segera mandi dengan cepat, disusul Jongin yang mandi, lalu memakai baju milik Shim ahjussi. “Kita akan kemana?” Tanya Jongin. “Ke tempat kita seperti biasa.” Kata Taechan. “Petshop? Kenapa kita kesana?” “Tadi sudah kubilang, kita akan menemui seseorang.” Jongin benar-benar clueless mengenai siapa yang akan ditemuinya dan Taechan. Padahal, sebenarnya, jawaban itu sudah jelas. Hanya saja kadang ia sering lupa dan tidak sadar. Dan, sesampainya di petshop……… “Annyeong, Jongin~” Baekhyun? Kyungsoo? Chanyeol? Suho hyung? Tae, kau mengajakku bertemu mereka?” Tanya Jongin kebingungan. “Aniya, Jongin. Kita memintamu bertemu dia.” Dan, langkah-langkah itu terdengar. “Se-Se-Sehun?!” Jongin terbelalak. Sehun, dengan wajah dinginnya, menatap Jongin. Jongin langsung mendatanginya. “Mianhae………” Katanya pelan. “Nado……” Sehun tertunduk. “Jadi, kita masih sahabat kan?” Tanya Jongin sambil meninju lengan Sehun. “Dangyeonhaji!” Balas Sehun. “Kekekeke aku lega kita semua sudah berbaikan lagi.” Kata Jongin sambil tertawa.

Esok harinya di rumah Suho……… “Hyung, aku dan Taechan meminta cuti.” Kata Sehun pelan. “Ne, aku mengerti. Masalah kemarin memang sulit untuk kita semua.” Kata Suho sambil meminum kopinya. “Apa yang harus kulakukan, hyung?” Tanya Sehun sambil bersandar pada sofa. “Kau harus ikuti apa yang kau yakini benar. Percayalah, suatu hari nanti, Jongin akan luluh.” “Tapi suatu hari nanti itu kapan, hyung?” “Percayalah, Sehun. Ini hanya akan berlangsung sebentar. Bahkan, hanya dengan Jongin pergi ke petshop, ia pasti akan rindu segalanya.” Hari itu, Jongin pergi ke petshop. Karena Taechan dan Sehun tidak ada, maka Baekhyun yang membantunya. Jongin merasa sangat sepi disana. Tidak ada Sehun yang biasanya membantu Jongin mengambil pisau dan alat-alat lain. Dan, yang paling ia rindukan. Taechan yang selalu disamping. Entah, apapun yang Taechan lakukan, Ia merindukan itu semua. Entah memakan seporsi ramyeon, menggendong anjing, grooming, menari-menari di ruangan perawatan bersama anjing, dll. Jongin memasang poker face. Ia memang kelihatan biasa saja, tapi di hatinya, segalanya ingin ia luapkan. Ia rindu Taechan. Itu satu hal yang pasti.

Dan, sudah hampir 1 bulan, Jongin bertahan dengan poker facenya itu. Kali ini, dia tidak tahan. Ia benar-benar gila. Ia rindu Sehun. Dan, Ia rindu Taechan. “Aish, tidak sepantasnya aku merindukan perempuan itu.” Ucap Jongin tiap kali ia rindu. Tapi, percuma saja. Itu tidak mampu mengalahkan rasa rindunya. Bahkan, memori-memori itu semakin kuat menghiasi otaknya. “Kau pasti rindu mereka, kan?” Tanya Baekhyun. “Mwo?! Neon micheosseo?!” “Jongin, aku bisa membaca wajahmu. Walaupun kau poker face, tapi ada garis di wajahmu yang mengatakan ‘aku rindu’.” Ucap Baekhyun sambil merangkul Jongin. “Aish, aku tidak tahu apa yang terjadi denganku. Sepertinya aku butuh relaksasi.” Kata Jongin. Dan……… ia pergi ke kedai soju di saat hujan dan itu membuat tubuhnya basah kuyup. Bodohnya, ia tidak tahu itu kedai soju milik Shim ahjussi. Untung yang melayaninya adalah ahjumma (yang tidak tahu wajah Jongin seperti apa). Begitu Taechan kembali setelah mengantar pesanan pelanggan………… “Omona, Jongin!!”

Ayah Jongin, Kim Jongwoon datang dengan bodyguardnya dan juga………pamannya Taechan, Shim Changmin. “Ahjussi! Ahjussi bermasalah apa dengan mereka?! Ahjussi pinjam uang lagi!?” Tanya Taechan mendekati pamannya sambil memukul lengannya beberapa kali. “Aniya, Tae. Mereka telah tahu kebenarannya.” Paman Shim terengah-engah. “Kebenaran apa, ahjussi?!” “Kebenaran yang kita sembunyikan selama ini! Kau, aku, dan ahjumma yang tahu tentang ini!” Paman shim berteriak. “Ahjussi, jangan bilang………” Taechan tampak gugup. “Ne, Tae………” “Ahjussi, aku bahkan tidak tahu kalau itu dia!” “Aku yang menyembunyikan identitasnya darimu, Tae! Itu sebabnya kenapa aku menentangmu ketika kau akan bekerja di petshop ini! Aku tahu kau akan bertemu dengan anak 15 tahun lalu itu!” “Ahjussi, dia disini?” Paman Shim mengangguk. “Ya! Shim Changmin! Mengakulah!” Kata Ayah Jongin sambil memukulnya. “NE! AKU YANG MEMBUNUH ISTRIMU WAKTU ITU!” Kata Paman Shim sambil berteriak. Jongin pun tersentak. “Jadi, kau yang……… kau yang membunuh eommaku?! BERANINYA KAU!!!!!!” Jongin langsung memukul Paman Shim tanpa henti. “Jongin, berhenti! Berhenti!” Taechan menyuruh Jongin untuk berhenti. “Taechan! Kau tahu semua ini kan?! Kau tahu kalau ahjussimu yang membunuh eommaku?!” Taechan pun gugup. Ia tidak bisa berkata apa-apa. Jongin langsung mendekati Taechan, lalu menggoyang-goyangkan kedua lengannya. “JAWAB AKU! JAWAB AKU JUJUR!” “NE! Aku memang tahu! Tapi aku tidak tahu kalau dia adalah eommamu! Aku adalah anak perempuan yang kedai sojunya kau hancurkan ketika appamu berusaha menangkap ahjussiku. Dan, kami bertiga berhasil kabur. Aku melihatmu di dalam mobil saat itu. Bermain dengan robot-robotmu.” “Godjimal!!! Aku tidak akan percaya! Lebih baik kau keluar! Aku tidak mau kau disini!” “Jongin, aku……” “ANIYO! KA! KA!” Jongin sangat marah pada Taechan. Taechan pun diusir dan Ia pergi. “Taechan!” Sehun pun segera menyusul Taechan. “Taechan!” Ia segera memeluk Taechan dari belakang. “Tae, gwenchana?” Tanya Sehun. Taechan terdiam, lalu tiba-tiba terdengar suara tangisan pelan. Sehun langsung berdiri di depan Taechan, lalu mengangkat wajahnya. “Tae, uljima~” Kata Sehun sambil menghapus airmata yang mengalir dari mata Taechan. “Sehun, Jongin………” “Aku akan coba berbicara dengan Jongin~ Lebih baik kau sekarang pulang dulu~” “Ne~” Dan, Sehun memeluknya erat. “Hati-hati di jalan~” Kata Sehun. Taechan mengangguk pelan. Sehun pun segera kembali ke petshop. Di sana hanya ada Jongin, berdiri menunggunya. “Kau akan bertindak sebagai pahlawan kali ini?” Tanya Jongin sinis. “Kenapa kau marah pada Taechan?!” “Aku? Kau tidak akan pernah tahu rasanya menjadi aku.” “Jawab aku, Jongin! Kenapa kau marah padanya?!” Sehun pun mulai emosi. “Dia tahu tapi dia tidak pernah cerita padaku!” “Dia bilang kalau dia tidak pernah tahu siapa identitas anak yang disembunyikan ahjussinya!” “Itu hanya alasan, Sehun! Kau mempercayai dia?!” “Kau……… ergh!!!” Dan, mereka mulai bertengkar. Mereka mulai memukul satu sama lain. Beruntung Baekhyun dan Chanyeol melihat pertengkaran itu. Sementara Taechan…… “Aku punya firasat buruk. Aish, aku tidak pulang. Aku harus ke petshop sekarang. Ada hal buruk yang terjadi disana~” Ucapnya dalam hati. Tiba-tiba, “Taechan!!!!” Baekhyun dan Chanyeol memanggilnya. “Baekhyun, Chanyeol, waeyo?” “Sehun dan Jongin…… mereka……” Baekhyun mulai gugup. “Mereka bertengkar di petshop! Mereka saling pukul!” Kata Chanyeol. “Kau harus ikut kami, Tae!” Kata Chanyeol. “Ne~ Ayo kita segera ke sana~” Maka, mereka bertiga segera pergi ke petshop. “Sehun! Jongin!” Taechan langsung melerai mereka berdua. Keadaan mereka berdua sangat parah. Wajah mereka dipenuhi memar dan darah mengalir dari hidung dan mulut mereka. “Kau……… beraninya kau masih datang ke tempat ini.” Kata Jongin dengan sinis. “Kau. Jangan pernah kau ganggu hidupku! Aku tahu kau memang membenciku. Benci saja! Aku tidak akan pernah peduli padamu! Kau boleh membenciku, tapi jangan pernah mengganggu orang lain yang ada dalam hidupku! Kau boleh membunuhku, tapi jangan pernah sekalipun kau sentuh mereka dengan ujung jarimu.” Taechan langsung menarik Sehun pergi. Diikuti oleh Baekhyun dan Chanyeol. “Taechan, kau lebih baik pulang. Tadi aku sudah menyuruhmu pulang, kan?” Kata Sehun. “Arayo. Hanya saja aku…… aku tahu akan nada kejadian buruk di petshop. Mianhae, Sehun~” Kata Taechan pelan. “Tae, aku bingung dengan Jongin. Kau kan tidak tahu, kenapa dia terus menyalahkanmu?” Tanya Chanyeol dan Baekhyun. “Sudahlah~ lebih baik kita kembali ke rumah kita masing-masing.” Kata Sehun pada Chanyeol dan Baekhyun. “Ne~ annyeong!” Sesampainya di rumah Taechan………… “Taechan!” Ahjumma memanggilnya. “Ahjumma, mianhae……” Taechan menangis di depan Shim ahjumma. “Gwenchana, Tae~ ini bukan salahmu. Ini memang murni salah ahjussimu. Dia yang menyembunyikan segalanya sendiri.” Kata Ahjumma sambil membelai rambut Taechan. “Aku tahu Jongin pasti marah padamu.” Taechan hanya tertunduk pelan. “Ahjumma tahu, Tae. Jongin memang marah, tapi ahjumma tidak yakin ini akan berlangsung lama~ Nanti ia juga akan tahu kebenarannya~” Kata ahjumma.

Hari itu, mereka kedatangan anjing golden retriever berumur 3 bulan. “Aku ingin anjingku divaksin.” Kata sang pemilik. “Ne~ tagihan anda 25000 won~” Kata Sehun. Pemilik itu segera membayar. “Ne, kamsahamnida~” “Ne~”. Sehun segera mengantar anjing itu ke ruang kesehatan hewan. “Jongin, Taechan, anjing ini tolong divaksin ya~” Kata Sehun sambil memberikan anjing itu kepada Taechan. “omona, jeongmal kyeopta!” Kata Taechan sambil menggendong anjing itu. “Tae, kau mau aku memberikan vaksin dengan posisi kau menggendongnya?” Tanya Jongin. “Ne~ kau bisa kan? Aku ingin menggendong anjing ini. Dia sangat lucu!” “errr…… ya sudah~” Awalnya, Jongin sedikit ragu. Tapi, lama-lama, ia tidak ragu. “Jongin, kau mau menggendongnya?” “Aniyo~ aku harus segera menangani yang lain.” “Tapi dia kan sangat lucu~” “Kau lebih lucu~” Kata Jongin sambil memgacak-acak rambut Taechan, lalu pergi kabur entah kemana. “Mwo!? Kau bilang apa tadi? Ya, Jongin!” Taechan memanggil Jongin dengan keras. “Aish, omongannya…… apa aku mulai suka dengannya ya?” Taechan mulai bergetar. “Pabo Taechan! Kau harus fokus pada pekerjaanmu!” Tiba-tiba…… BRUUUKK!!! Jongin memecahkan labu ellenmeyer yang ada di ruang perawatan hewan. “Auuu…” Jari manis Jongin tertusuk pecahan kaca. CUP! Taechan langsung memasukkan jari manis Jongin ke dalam mulutnya. Lalu, ia mengambil plester dari kantung celananya. “Nah, lain kali kau harus hati-hati.” “Taechan…” CUP! Jongin mencium kening Taechan. “Gomawo~” Pipi Taechan pun langsung memerah.

Dalam 6 bulan pertama Taechan bekerja, Sehun dan Jongin sudah sangat akrab dengannya. Tepat di pertengahan tahun, Suho memberikan 1 hari cuti khusus pada mereka bertiga. Dan, mereka bertiga memutuskan untuk menghabiskan 1 hari itu bersama. Mereka bertiga berkumpul di petshop untuk merencanakan perjalanan mereka. “Jadi kita akan kemana?” Tanya Sehun. “Tenang saja, aku sudah buat daftar tempatnya~” Kata Taechan menyodorkan selembar kertas berisi tempat-tempat yang akan mereka kunjungi. Dan, mereka mengunjungi tempat-tempat tersebut. Mulai dari Sungai Han, Chonggyecheon, Hongik University, sampai berbagai istana-istana bekas Kerajaan-kerajaan Korea seperti Joseon, Silla, dan Goguryeo. Dan, mereka menemukan bahwa ternyata di Seoul, banyak tempat yang belum mereka kunjungi dan ternyata sangat indah, serta kaya budaya. Di malam hari, mereka menghabiskan waktu di petshop. “Jadi, di petshop, apa yang akan kita lakukan?” Tanya Taechan. “Serahkan padaku~ Kita akan bermain dengan teman-teman~” Kata Jongin. Lalu, teman-teman Jongin datang semua! Mulai dari Suho, Baekhyun, Kyungsoo, dan Chanyeol. “Baekhyun, Kyungsoo, Chanyeol!” Taechan berteriak senang. “Kau kenal mereka, Tae?” Tanya Sehun. “Dulu, dia bekerja di cabang kita. Karena kalian kekurangan, maka ia dipindahkan ke cabang sini.” Kata Baekhyun. “Waaa, jadi dia cukup akrab dengan kalian?” Tanya Jongin. “Waaaa, kita berempat sangat akrab~ iya kan, Tae?” Kata Kyungsoo semangat. “Ne! omona, chingu, jeongmal bogoshipoyo~” “Ne, nado, Tae~” Kata Chanyeol. Malam itu, mereka berenam habiskan dengan bermain, menyanyi, dan menari bersama. Chanyeol mengiringi mereka dengan gitar ketika mereka bernyanyi bersama. Sehun dan Jongin menari bersama dan mereka bahkan sangat lincah.

Tapi tiba-tiba………….. “Appa?”



  • 심태찬: heo gyeonghwan juga ganteng kok hehe cuma kalo 7 ini termasuk tinggi gitu, kalo heo gyeonghwan kan pendek huhu :)
  • Caroline: kok ga ada heo gyeong hwan ya?X')
  • Dyah Galih (@dyahlittle): Sohee kayak kembarannya Xiumin :D Kris juga mirip Jerry Yan cool and Sehun mirip Wu chun imut banget!

Categories