Taechan and her mind~

Posts Tagged ‘Letter

“Jonghyun, kau ingat saat aku mengomel padamu karena hanya kau yang menjagaku selama 3 hari? Mianhae… saat itu aku juga ingin bersama yang lain… Gomawo ya dulu kau membantuku keluar dari rumah sakit! Aku sangat bosan di rumah sakit~ Aku senang saat kau menciumku di Jinan~ kkkk. Bulgoginya enak ya? Aku bahkan tidak sempat mencicipi bulgoginya. Aku juga masih ingat saat kau mengajakku ke SBS dan akhirnya aku bertemu dengan oppaku, juga Minwoo… Sebenarnya, aku sangat sedih saat kau memarahiku… Aku tahu, aku salah karena tidak memberitahumu kalau aku akan pergi ke dorm oppaku. Mianhae, Jonghyun…. Jonghyun, mianhae kalau aku tidak bisa menemanimu lagi, bersamamu lagi. Aku harus pergi duluan ke suatu tempat dimana kau tidak akan melihatku. Gomawo ya Jonghyun, kau yang menjagaku selama 6 bulan belakangan ini. Aku pasti akan rindu segalanya tentangmu… wajahmu, tarianmu, suaramu, senyumanmu, kata-katamu~ Percayalah, Jonghyun, yongwonhi saranghaeyo… Kau juga harus janji, kalau aku pergi, jangan sekalipun mengeluarkan airmatamu… Itu sangat berharga, Jonghyun~ dan kalau kau sedih terus, aku tidak akan pernah tenang… Jonghyun, aku mencintaimu selamanya. Suatu hari nanti, pasti kita akan bertemu di tempat yang sama. Saranghaeyo, nae namja,Choi Jonghyun.

P.S : Jangan lupa buka laci bawah di lemari samping tempat tidurku di ruangan 1611. Ada hadiah untukmu.”

 

Changjo tak berhenti menangis membaca surat dari Taechan. Ia sangat mencintai Taechan. Ia tak mampu melaksanakan permintaan Taechan agar dia tidak menangis. Changjo segera berlari ke ruangan Taechan, membuka laci di samping tempat tidur. Betapa terkejutnya Changjo, melihat hadiah yang Taechan berikan…. Sepatu putih bergaris hijau yang sangat ia suka. Ia bahkan sudah tidak ingat tentang sepatu itu, tapi Taechan masih ingat. “Taechan….saranghaeyo….” Kata Changjo pelan dalam tangisnya~ Minwoo dan Hyunseong juga membaca surat untuk mereka….

 

“Oppa!! Ish, aku baru bertemu oppa setelah 3 bulan -,- Oppa, masih ingat saat kita kecil, kita selalu bermain di rumah pohon dengan member Boyfriend~ dengan Hyechan onni juga! Saat kita kecil, kita selalu ke sekolah bersama karena Hyechan onni sudah masuk SMP~ Kau adalah oppa yang paling dekat denganku, tapi begitu kau sibuk dengan Boyfriend, Hyechan onni lebih sering merawatku. Oppa, jaga baik-baik halbae kalau aku pergi. Ia sudah tua. Umurnya sudah hampir 75 tahun. Kau juga harus jaga dirimu. Aku dan Hyechan onni tidak bisa merawat kalian lagi seperti dulu~ aku juga sudah tahu penyebab meninggalnya Hyechan onni. Kecelakaan kapal itu mungkin sudah mengirimkannya pergi. Mungkin suratku untukmu tidak sepanjang suratku untuk Jonghyun, tapi Oppa, uljimalayo! Aku berdoa untukmu dan Boyfriend selalu. Saranghae, nae oppa, Shim Hyunseong. Aku tidak membelikanmu hadiah, mianhae ya~”

 

“Minwoo! nae chingu! Minwoo, kau tahu tidak, aku kangen sekali padamu…. 11 tahun yang lalu, kau tahu tidak? Ketika kau pergi, aku hanya bisa menangis di pelukan kakakku dan mengumpat segalanya yang jelek dibelakangmu~ Aku ingat kau selalu melindungiku dari kenakalan Jo Twins~ Kau juga pernah menolongku saat aku jatuh dari rumah pohon~ Kau juga selalu menghiburku dengan tarianmu jika aku sedang sedih~ No Minwoo, gomawo~ Mianhae kalau aku tidak bisa membalas kebaikanmu saat kita kecil. Minwoo, aku baru bertemu denganmu setelah 11 tahun kita tidak bertemu~ Walaupun baru bertemu denganmu 3 bulan belakangan ini, aku jadi rindu masa-masa saat kita kecil, apalagi saat kau mengajakku ke Lotte World. Minwoo, jangan pernah berhenti menari. Aku berdoa untukmu dan Boyfriend. Saranghaeyo, nae chingu, No Minwoo~”

 

Air mata keduanya pun langsung jatuh. Hyunseong pun segera masuk ke ruang operasi, menyusul halbaenya yang masih memeluk dan menangisi Taechan. “Halbae….” “Hyunseong, mianhae….” “Gwenchana, halbae. Halbae sudah berusaha dengan keras. Dan, Taechan lebih baik begini daripada ia harus menderita menanggung penyakitnya~” “Ne, halbae tahu…” Lalu mereka berpelukan~

 

 

53 tahun kemudian….

Author POV

“Oh, annyeonghaseyo, Jonghyun-sshi~ Kau mau menjenguk?” Tanya Gunwoo, penjaga kuburan yang masih muda pada seorang lelaki tua paruh baya yang berjalan dengan tongkatnya, membawa sebuket bunga, mengenakan jaket, kemeja, dan celana hitam, serta sepatu putih bergaris hijau yang sudah jelek dan tua. “Ne~” Yap, lelaki tua itu adalah Changjo. Changjo mengunjungi makam Taechan, tepat di hari ulang tahun Taechan yaitu 29 Mei. Changjo menaruh sebuket bunga mawar berwarna ungu di makam Taechan, lalu berdoa sejenak. Selesai berdoa, ia menaruh sebuah surat di makam Taechan. “Gunwoo, suratnya jangan dibuang ya~” Kata Changjo seraya berjalan pergi dengan tongkatnya. Setelah Changjo pergi, diam-diam Gunwoo membuka dan membaca surat itu. “Waktu itu, appa pernah berpesan padaku, jangan pernah membuang suratnya~ Ah, aku akan membacanya~ Kenapa dengan surat ini? Apa yang membuat surat ini tidak boleh dibuang?” Tanya Gunwoo dalam hati. Perlahan, ia membaca surat tersebut.

 

“Annyeong, Tae~ Bagaimana kabarmu? Bogoshipoyo~ Tae, aku kangen padamu. Aku tidak tahu sampai kapan aku harus menunggu waktu untuk bisa bertemu denganmu. Tae, mianhae kalau aku tidak bisa mengambulkan permintaanmu. Aku benar-benar tidak bisa menahan tangisku ketika kau pergi. Aku sempat down dan tidak mau syuting saat Teen Top harus syuting ke Jinan. Aku terus terpikir kegiatanku bersamamu. Taechan, aku sangat suka sepatu yang kau belikan. Aku memakainya sampai sekarang, walaupun sudah tua dan jelek. Tae, aku kangen bulgogimu, seandainya kau masih disini, aku masih bisa menikmati bulgogi yang kau masak sendiri. Sekarang, aki tidak pernah makan daging lagi karena aku sudah menjadi vegetarian selama 10 tahun belakangan ini. Tae, sekarang sudah 53 tahun kau pergi. Aku hanya menjadi pelatih tari setelah satu per satu member Teen Top mulai menyusulmu. Oppamu dan Minwoo mengalami kecelakaan mobil sekitar 20 tahun yang lalu dan halbaemu meninggal 5 tahun setelah kau meninggal. Tae, pasti kau sudah bertemu dengan mereka lagi. Hanya tersisa aku disini. Tae, kau tahu tidak? Aku memutuskan untuk tidak menikah selama hidupku. Dan sampai sekarang, aku hanya hidup sendiri bersama seorang muridku, Kim Jongin~ Aku hanya bergantung hidup dari menjadi pengajar tari dan pencipta lagu. Kadang, aku masih sering menyanyi di TV~ aku tetap tinggal di dorm Teentop~ Aku membawakanmu bunga mawar ungu, Tae. Itu bunga favoritmu~ Aku pulang dulu ya, semoga kau tenang di sana. Saranghaeyo, nae yeoja, Shim Taechan.”

 

Sekarang, Gunwoo pun mengerti mengapa ia tidak boleh membuang surat itu. Ia pun juga tidak berencana untuk membuangnya. “Beristirahatlah yang tenang, Taechan-sshi. Jonghyun-sshi sangat mencintaimu…” Kata Gunwoo dalam hati.

 

 

The End

Advertisements
Tags:

Changjo POV

“Jonghyun!” Panggil Ricky ketika aku baru sampai di Rumah Sakit Seoul. “Hyung, Taechan eotteokhae?” Tanyaku pada Hyunseong. “Taechan belum siuman. Tadi dia pingsan saat kami sedang menonton film. Sudah 4 jam dia belum sadar.” Aku langsung masuk ke ruangan 1611, sementara yang lain menunggu Taechan siuman di luar ruangan. Aku membelai kepala Taechan dengan lembut. “Taechan….” Tiba-tiba, Taechan siuman. “Tae, kamu sudah sadar?” Kataku sambil memegang wajah Taechan. “Umm… aku dimana?” “Kau ada di Rumah Sakit Seoul, Tae~ Tadi halbae, hyungmu, Minwoo, dan  yang lain membawamu ke sini. Kamu sudah tidak sadar sejak 4 jam yang lalu.” “Neh? Oh, ya, Jonghyun, kau sudah pulang?” “Ne, dan. kau tahu, Tae?! Aku menang juara 1!!!” “Jinjja?! Chukkaeyo!!!” Tachan menaikkan badannya dan memelukku dengan erat. “Chukkae, Jonghyun!” “Sekarang giliranmu!” “Neh? Maksudnya?” Aku mencium kening Taechan. “Jonghyun….” “Waeyo?” “Tadi itu apa?!” “Faktor keberuntunganmu! kkkkk” aku cekikikan sementara Taechan hanya cemberut. Aku mendekati wajah Taechan. “Jonghyun, waeyo?” Cup! Aku mencium tepat di bibirnya. Taechan hanya terdiam. Tangannya memegang kedua lenganku. Sementara tanganku hanya memegang wajah Taechan. “Ya!! Itu apa lagi?!” “Cepat sembuh, Tae….” Sejenak, kata-kataku membuat Taechan sedikit menyesal telah memarahiku seperti itu kkkkk. “Mian….” Taechan tertunduk. “Ne, ne~” Tiba-tiba, yang lain langsung masuk ke ruangan. “TAECHAN!!!!!” Mereka berteriak serempak. Kami semua mengobrol sekitar 2 jam sampai jam 11 malam~ “Tae, kami pulang dulu, ya!” Kata semua member Boyfriend. “Tae, jaga kondisimu baik-baik ya~ Halbae pasti merawatmu~ Besok, oppa akan pergi” Kata Hyunseong hyung sambil memegang kepala Taechan. “Ne, Ne, oppa~” “Annyeong!!” Semua member Boyfriend pun pulang ke dorm mereka. “Minsoo oppa, ijinkan Jonghyun menginap di sini, ya~” Taechan memohon pada Minsoo hyung. “NEH?!” Aku sontak kaget mengenai permintaan Taechan. “Tae, tapi Jonghyun kan baru pulang dari Jepang~” Chanhee hyung khawatir padaku. “Gwenchana~ Dia kan juga istirahat di sini. Aku tidak akan mengganggunya tengah malam~ Janji!” Kata Taechan. Minsoo hyung pun mengalah. “Ne, ne~ Aku ijinkan deh~” Yang lain hanya geleng-geleng melihat Taechan yang senyum-senyum sendiri setelah Minsoo hyung mengijinkannya mengajakku menginap di Rumah Sakit. Tae, Tae….

Taechan POV

Woohoooo! Akhirnya, aku bisa mengajaknya menginap di rumah sakit. Aku seperti deja vu mengingat kejadian 6 bulan lalu ketika eonniku mengirim surat kepada Teen Top dan Jonghyun datang sendirian ke kamarku. “Taechan, masih ingat kejadian 6 bulan lalu?” Tanya Jonghyun padaku tiba-tiba saat ia sedang tiduran di sofa. “Ne. aku seperti deja vu~” “Nado…. Hanya saja, sikap kita satu sama lain sudah berubah…” “Maksudnya?” “Kau dan aku sekarang…. dulu kan kita berantem, sekarang….” “Ne, aku tahu. Hanya saja, aku rindu saat 6 bulan lalu…” “Seperti ini?” Jonghyun hampir memukulku. “Ya! Seperti ini juga?!” Aku memukulnya seperti dulu. Dan, aku baru merasa kalau pukulanku termasuk keras kkkkk. Kami mengambil bantal dan mulai dengan Pillow Fight. “Auuu…” Jonghyun menimpa badanku. Aku tertawa kecil. Tidak seperti dulu, aku mengomel saat ia menimpa badanku. Entah kenapa, Jonghyun malah berguling dan tidur di tempat tidurku. “Jonghyun, kau tidur di….” “Aniyo! Aku tidur di tempat tidurmu~ Ne?” aku belum menjawab iya, tapi Jonghyun sudah menarikku dalam pelukannya. “Jonghyun, aku kan belum bilang Ne!” “Kau kan mau tidur denganku seperti ini kkkkk.” Ucapnya sambil mengacak-acak rambutku.” “Ah, ya sudah. Aku biarkan kau memelukku sampai pagi.” “Tidurlah di pelukanku, Tae. Aku akan menjagamu~” Kata Jonghyun mempererat pelukannya. “Jonghyun, aku….. gomawoyo…..” “Ne~”

Author POV

“Jonghyun….” Kata Taechan pelan sambil membenamkan kepalanya di dada Changjo. “Waeyo, Tae?” “A…a… aku merasa aku sudah tidak kuat lagi~” “Neh? Maksudnya?” “Kau kan tahu penyakitku ini, Jonghyun~ aku… aku tidak kuat lagi menahannya~” “Ya! Shim Taechan!” Changjo segera meraih wajah Taechan. “Kau ini, Tae! Jangan pesimis, dong! Kau harus percaya kalau kau ini kuat!” “Aku tahu….” Namun, perasaan Taechan tidak enak. Ia merasa bahwa ini saatnya untuk dia pergi. Malam itu, setelah Changjo sudah tidur, Taechan segera bangun dan mengambil 3 kertas, menuliskan sesuatu….. Paginya….. “Umm…” Changjo terbangun dari tidurnya. Disampingnya, Taechan masih tidur dengan….. hidung mimisan dan muka pucat! “Tae, Taechan!” Changjo menggoyang-goyangkan tubuh Taechan, namun Taechan tidak merespon sama sekali. “Taechan!!” Padahal operasi baru akan dimulai pukul 10.00 pagi dan sekarang masih jam 8:00! Changjo langsung menggendong Taechan ke ruang operasi. Di ruang operasi, halbae sedang mempersiapkan alat operasi. Dengan tergopoh-gopoh menggendong Taechan dan membawa infus, Changjo langsung berlari ke ruang operasi. “Halbae! Halbae!” Shim halbae sangat kaget mendengar teriakan Changjo. “Jonghyun-ah, Taechan waeyo?!” “Molla. Muka Taechan sangat pucat jadi aku bawa ke sini.” Halbae memeriksa keadaan Taechan. Mata halbae terbelalak. “Jonghyun-ah, halbae harus memulai operasinya sekarang. Keadaan Taechan parah sekali!” “Mwoya?! Ya sudah, halbae, aku akan menelfon yang lain.” Changjo segera menelfon seluruh member Teen Top dan Boyfriend. Dalam waktu 20 menit, mereka sudah sampai di Rumah Sakit Seoul. “Jonghyun-ah, bagaimana keadaan Taechan?!” Tanya Hyunseong dengan panik. “Mollayo, hyung. Tadi pagi, mukanya pucat sekali dan ia mimisan. Kata halbae, kondisinya sangat parah.” Wajah semuanya langsung muram. “Duduklah, Jonghyun-ah~ Taechan akan baik-baik saja~” Kata Jeongmin sambil duduk di kursi rumah sakit. “Aniyo, Jeongmin hyung. Aku…aku sangat panik, hyung!” Changjo hanya mondar mandir, memikirkan sesuatu di otaknya. Baru 10 menit operasi berjalan, ada seorang perawat keluar dari ruang operasi. “Perawat, bagaimana keadaan Taechan?!” Tanya Changjo langsung menghampiri perawat itu. “Keadaan Taechan-sshi….. sangat parah…. Itu sebabnya, saya ingin memberitahukan kalian mengenai hal ini…” Changjo menutup wajahnya, ia tak mau terlihat menangis. Sementara yang lain hanya bisa tertunduk sedih, tak mampu berkata apa-apa lagi. Perawat itu langsung masuk lagi ke ruang operasi. “Taechan, kau harus kuat~ Aku mendoakanmu dari sini~” Kata Changjo dalam hati. Selama 4 jam, tanpa minum, tanpa makan, Changjo menunggu Taechan dengan setianya. Beberapa member sudah pulang karena ada schedule lain. Di rumah sakit hanya ada Hyunseong, Changjo, dan Minwoo. Tiba-tiba, 5 orang perawat yang membantu halbae dalam operasi keluar dari ruang operasi dengan raut wajah sedih. “Perawat, halbae mana? Operasi sudah selesai? Taechan bagaimana?!” Mereka bertiga sudah mengajukan banyak pertanyaan. “Mianhae….. Taechan sudah pergi….” Semua terbelalak. “Aniyo!!! Taechan tidak mungkin….” Changjo belum selesai berbicara tapi sang kepala perawat sudah memotongnya. “Ne, Taechan sudah…. me… me.. meninggal….” Changjo tak mampu menahan tangisnya. Ia jatuh tepat di depan para perawat. Hyunseong hanya bisa memukul tembok, menangisi adik kecilnya itu. Minwoo menaikkan kepalanya, agar air matanya tidak keluar. ‘Shim uisa masih di dalam~ Ia juga menangis sama seperti kalian~ kalian bisa masuk ke sana~ Oh, ya, sebelum meninggal, Taechan juga menitipkan surat untuk kalian bertiga~” Kata salah satu perawat sambil memberikan 3 surat untuk Minwoo, Hyunseong, dan Changjo. “Apa isinya??” Tanya mereka dalam hati.

To Be Continued….. to the last part~ (Part 16)

Tags:

Taechan POV

Malamnya, sambil membawa beberapa pakaianku, Jonghyun mengantarku ke klinik halbae, menitipkan aku pada halbae. Aku juga baru tahu kalau Teen Top akan pergi ke Jepang. Jonghyun juga akan tinggal lebih lama. Dia akan mengikuti kejuaraan boyband dance Japan-Korea 2012. Dia akan tinggal di Jepang selama 2 minggu. Sementara halbae membereskan kamar untuk tempatku tidur…. “Tae, janji padaku ya~ Kau harus jaga kondisimu, jangan sampai sakit. Doakan aku, Tae~” “Pasti, Jonghyun~” Kataku sambil memegang kedua pipinya. Aku mencium kening Jonghyun dengan pelan. “Taechan….” “Mwoya? Itu faktor keberhasilanmu! kkkk sudah sana berangkat!” Ucapku sambil mendorongnya pelan. Walalupun pipinya memerah, Jonghyun tersenyum padaku. “Ne, Tae~ Annyeong!! Hwaiting!!!” “Hwaiting, Jonghyun!!” Lalu, Jonghyun segera berangkat ke Jepang. 종 현, 사랑해~ 화이팅! Tiba-tiba, halbae sudah duduk di sampingku. “Kau menyukainya, Tae?” “Umm… halbae…. ne~” “Apa kalian berpacaran?” “Aniyo! Waeyo?” “Kalau kau benar-benar menyukainya, nyatakanlah~ Dia juga menyukaimu, Tae.” “Aku tahu, halbae. Dia juga tahu. Hanya saja….” “Karena dia seorang idol?’ Aku menggeleng. “Lalu?” “Halbae tahu~ Penyakitku ini sudah semakin parah~” “Lalu kau akan menyerah begitu saja?! Membiarkannya menggerogoti seluruh tubuhmu?! Tae, halbae akan berusaha sekuat tenaga untuk menyembuhkanmu. Halbae janji.” Aku hanya terdiam mendengar ucapan halbae. Halbae belum pernah marah seperti ini. Jika marah, ia akan diam. Namun, ini pertama kalinya, ia meluapkan segala emosinya. Halbae bukan marah. Halbae hanya berusaha menyadarkan aku…. Aku tahu itu.

 

13 hari kemudian……

 

Minwoo POV

Hari ini, Taechan, aku, dan seluruh member Boyfriend dan Teen Top berencana nonton film di dorm. “Minwoo, ayo nonton film di dorm Teen Top! Ajak saja hyung-hyungmu.” “Ne,Tae. Mau nonton film apa?” “Film kesukaan kita, A Moment to Remember~ kkkk” “Jinjja?! Aku ke sana secepatnya deh~” “Oke!” Aku langsung mengabari seluuruh hyungku. “Jinjja? Ayo ke sana!” Kata Jeongmin hyung dengan semangat. akhirnya, aku dan hyung-hyungku berangkat ke dorm Teen Top dengan mobilnya Donghyun hyung. Sesampainya di dorm Teen Top….. “Waaaa!!! Boyfriend!!” Ricky berteriak seperti anak kecil kkkk. “Hari ini kita jadi nonton?” Tanya Hyunseong hyung. “Jadi dong, oppa! ^_^” Kata Taechan semangat. Senyum mengembang di wajahnya. Aku merasa bahagia melihat Taechan tersenyum. Entah kenapa, aku selalu punya semangat dalam hatiku untuk membuatnya tersenyum terus. Kami semua menikmati filmnya. entah kenapa A Moment to Remember adalah film favoritku sejak kecil. Saat film itu mencapai part saat Sujin meninggalkan Chulsoo karena penyakitnya, tiba-tiba….. “hah… hah… hah…” Taechan terus memegangi dadanya. “Taechan, waeyo?” Tanyaku pada Taechan yang duduk disampingku. “mollayo…” Taechan pingsan!!!!!!!

 

Author POV

Semua menjadi panik ketika Taechan pingsan. “Taechan!!!” Minwoo segera menggendong Taechan diikuti member yang lain. L.Joe lupa mematikan dvdnya! Mereka membawa Taechan ke klinik Shim halbae. “Halbae!!!” Hyunseong memanggil halbaenya. “Waeyo? Taechan!! Minwoo, antar ke ruang pemeriksaan. Halbae manggil stetoskop dulu.” “Ne, halbae.” Minwoo segera mengantar Taechan ke ruang pemeriksaan. Beberapa saat kemudian, halbae datang dan memeriksa Taechan. Saat memeriksa Taechan…. “aniyo! ini tidak mungkin! tidak mungkin separah ini!” Ucap halbae dalam hati. “Kita harus membawa Taechan ke rumah sakit. Ayo!” Semua mengantar Taechan ke Rumah Sakit Seoul, yaitu tempat kakek bekerja selain di klinik miliknya sendiri. Peralatan di rumah sakit lebih lengkap, jadi Taechan bisa mendapat perawatan yang lebih baik di rumah sakit. Sesampainya di UGD rumah sakit, kakek langsung menyuntikan obat pada Taechan. “Cucuku, bertahan ya~ Kamu pasti kuat, Tae. Halbae percaya padamu.” Kata halbae dalam hati sambil membelai kepala Taechan. Setelah disuntikkan obat, Taechan dipindahkan ke ruangan 1611. “Halbae, Taechan tak apa-apa kan?” tanya Niel dan Chunji ketika halbae keluar dari ruang UGD. “Ne. Halbae sudah menyuntikkan obat padanya. Perawat sudah memindahkannya ke ruang 1611. Dia belum sadar, jadi tunggulah.” Dengan semangat Minwoo naik lift ke lantai 16 dan masuk ke ruangan nomor 1611. Minwoo langsung duduk di samping Taechan, membelai kepalanya dengan lembut. “Taechan….” Minwoo memanggil Taechan pelan. Sementara yang lain sedang berusaha menelfon Changjo. “Aduh, Jonghyun handphonenya susah ditelfon!” Kata Hyunseong. “Coba Minsoo hyung saja yang telfon!” Kata Jo Twins serempak. “aish, Jo twins~ ne, ne~” Ternyata bisa!!! “Yoboseyo?” Changjo mengangkat telfonnya. “Jonghyun-ah! Taechan masuk rumah sakit! Tadi dia pingsan saat kami menonton A Moment To Remember.” Changjo hanya terdiam. Namun, CAP tahu ia kaget. “Hyung, jinjja?! Sekarang, bagaimana keadaannya??!!” “Taechan belum sadar, tapi halbae sudah menyuntikkan obat untuknya. Bagaimana keadaanmu di Jepang?” ” Aku baru saja selesai tampil~ Pengumumannya 5 menit lagi~ Aku akan pulang hari ini, hyung.” CAP terkaget mendengar keputusan Changjo untuk pulang hari ini. “Jonghyun-ah, bukannya kau akan pulang besok?” “aniyo, hyung. Aku khawatir dengan Taechan. Selesai pengumuman, aku akan membereskan barang-barangku di hotel, lalu mencari tiket pulang ke Seoul di Bandara Haneda. Annyeong, hyung!” Changjo langsung menutup telfonnya. “Apa yang dikatakan Jonghyun?” Tanya Jeongmin dan L.Joe. CAP menjelaskan semuanya. Raut wajah semuanya tampak kaget dan bingung~

 

Changjo POV

“Selamat untuk juara 1, CHOI JONGHYUN dari TEEN TOP!!!!” Waaaaa! Aku meraih juara 1! Aku segera mengambil pialaku dan memberikan kata sambutan dengan cepat. Setelah itu, aku kabur dengan taxi ke hotelku di Shinjuku. Aku segera mengemasi barang-barangku selama 20 menit. Huh, semoga aku bisa sampai di Seoul dengan cepat! Dengan taxi yang tadi, aku berangkat menuju Bandara Haneda. Disana, aku mendatangi loket tiket Korean Air. “Annyeonghaseyo~” “Oh, annyeonghaseyo. Anda mencari tiket penerbangan ke mana?” “Saya ingin beli tiket penerbangan ke Seoul yang paling cepat hari ini. Paling cepat jam berapa, ya?” “Jam 4 sore. Sekarang sudah pukul 3 lewatg 30 menit.” “Oke, saya beli tiketnya untuk 1 orang.” Aku segera menyelesaikan administrasi tiket selama 10 menit. Yap! Akhirnya, aku dapat juga! Aku segera check in ke pesawat. Taechan, tunggu aku ya! Aku pasti datang ke rumah sakit!

 

 

 

To be Continued~

Tags:

Author POV

“Jonghyun, palli!!!” Kata Taechan sambil mengambil tas ranselnya. “Ne, ne! Kamu ini semangat sekali!” Kata Changjo sambil berlari mendatangi Taechan yang menunggunya di depan pintu dorm. “Hari ini aku, kamu, dan Minwoo akan main di Lotte World! Jadi aku semangat! :)” Akhirnya, Taechan dan Changjo segera menuju ke Lotte World dengan bis. Sesampainya di sana, mereka langsung bertemu dengan Minwoo yang telah menunggu mereka berdua. “Minwoo!!!!” Taechan berteriak memanggil Minwoo. “Tae, ayo masuk ke dalam! Kita main kayak waktu kita kecil~” “Ne!!” Changjo hanya mengikuti mereka berdua dari belakang. “Ish, Minwoo…. -_-” Changjo hanya diam selama perjalanan. Tiba-tiba…. “Um…Tae…” Changjo memanggil Taechan pelan. “Wae?” “Aku tidak ikut kamu dengan Minwoo.” “eh? 왜안놀요?” “괜찮아~ 안녕!” Taechan hanya terbingung-bingung melihat sikap Changjo yang sedikit aneh. Biasanya kalau diajak ke taman bermain, Changjo selalu senang. Hari ini, tidak sama sekali. Bahkan memutuskan untuk tidak ikut bermain… -_-

Taechan POV

Aku bingung dengan Jonghyun hari ini. Sedikit berbeda dengan sikapnya yang suka main di taman permainan. apa mungkin karena hari ini, aku dengan Minwoo?? “Taechan, waeyo?” Tanya Minwoo padaku. “Aniyo. Ayo kita main!” Minwoo langsung meraih tanganku, dan mengajakku bermain di Lotte World. Hari itu, aku habiskan dengan Minwoo hanya berdua. Bermain di mainan favorit kami saat kecil seperti Carousel, bermain ice skating, dan bermain beberapa permain yang tidak dapat kita coba saat kecil. Wahana terakhir….. “Minwoo, kamu mau main Gyro Swing??” “Taechan! Jinjja?? Permainan itu…” Minwoo hanya tertunduk. Aigoo, padahal aku mau main itu! Namun, aku tahu Minwoo tidak mau naik itu. “Minwoo, aku mau main itu….” aku menggoyang-goyangkan lengan Minwoo, memaksanya untuk naik Gyro Swing. “Ayo, ya, Minwoo~ Naik Gyro Swing~” “Ne, ne~ aku temani~” Minwoo pun mengalah. kkkkk padahal Minwoo paling takut diajak naik Gyro Swing. Waktu kami kecil, dia pernah bilang kalau dia tidak akan mau mencoba naik Gyro Swing sampai dia besar. Sebenarnya, aku merasa bersalah mengajaknya naik. Aku takut nanti dia langsung pingsan atau sesak nafas. Aku dan Minwoo segera naik Gyro Swing. Gyro Swing tidak terlalu ramai karena permainan ini menakutkan. Kita akan diangkat sekitar 100 meter dan diayun,diputar, yah seperti itu kira-kira. Saat aku dan Minwoo sudah duduk dan memasang alat pengaman, aku melihat wajah Minwoo yang pucat. Aku segera memegang tangannya. “Gwenchanayeo, Minwoo~ Kita pasti aman~” “Ne, arayo, Tae…. hanya saja, aku teringat akan ucapanku dulu.” “Kau ini, omongan anak kecil kadang tidak dipikirkan. Tenanglah, kita naik bersama. Aku ada di sampingmu. Kau percaya padaku, kan?” Ucapku pada Minwoo. Minwoo tersenyum. “Ne, Tae~ aku percaya~” Saat Gyro Swing mulai berayun….. “WOOOHOOOO!!!!” Aku dan Minwoo berteriak. Bukan teriak ketakutan, tapi teriak  bahagia. Setelah kami selesai naik….. “Akhirnya~ Minwoo, gwenchanayeo?” Tanyaku pada Minwoo sambil memegang pundaknya. “Ne~” tiba-tiba, Minwoo meraih tanganku. “Taechan…..” “Umm? Waeyo, Minwoo?” “내 여자친구가 되어줄래?” Aku terdiam. Benarkah ini??? Sahabat kecilku sendiri menyukaiku??? “Tae, aku suka sama kamu sejak kita kecil~ Walaupun aku belum tahu apa artinya, tapi aku selalu punya perasaan ini. Tae, walaupun aku terpisah sama kamu dan aku di China, tapi aku gak pernah lupa wajah kamu sedikitpun.” “Hajiman, Minwoo…. Aku…. aku tidak bisa~ Bukannya apa-apa, hanya saja, aku merasa kalau aku hanya menyayangimu. Aku hanya menyayangimu sebagai sahabatku. Sahabat yang selalu menjagaku dan melindungiku dari kecil.” Aku melihat wajah Minwoo yang sangat sedih. “미안해요, 민우…..” “괜찮아, 태찬~” Minwoo langsung melepaskan tanganku dan pergi meninggalkan aku di depan Gyro Swing….. 민우, 미안해……

Changjo POV

Aku menunggu Taechan hampir 7 jam. Aish, bosannya…. Jam 7, Taechan menelfonku. “Jonghyun…..” “Waeyo? sudah selesai?” “Ne. Kamu dimana?” “Aku di Lotte Crepes~” “Aku ke sana, ya~” Tadinya, aku berencana menjemputnya. Tapi, kalau didengar dari nada bicaranya, sepertinya Taechan mau menceritakan sesuatu. Aku berharap ini bukan tentang hal-hal yang ia mainkan dengan Minwoo~ -_- Hanya dalam beberapa menit, Taechan datang dengan lesu. “Waeyo, Tae? Capek?” Tanyaku. Taechan langsung duduk dan meminum es teh manisku. “Tadi…. Minwoo menanyakan apa aku mau jadi pacarnya…” Kata Taechan padaku yang sedang minum es tehku. Aku tersedak mendengar ucapannya. Taechan menepuk punggungku beberapa kali. “종현, 괜찮아??” “네,태~ 진짜??!!” “네!!” “Kamu mau jadi pacarnya?” “아니요” “왜?” “aku tidak mencintai Minwoo~ Walaupun dia sangat baik padaku, aku menganggapnya hanya sebagai sahabat saja~” Aku memegang kepala Taechan. “Kalau itu keinginanmu, mengapa tidak?” “Haya saja, Minwoo kelihatan sangat sedih. Aku merasa bersalah.” “Tapi itu bukan salahmu~ Jika kita mencintai seseorang, maka kita juga harus berani untuk sakit hati.” Ucapku dengan bijaknya kkkkk. “Ya sudah, kita mau pulang?” “Ayo, sekarang saja.” Begitu kami akan pulang, aku mendapat telfon dari manager. “Jonghyun-ah~” “Waeyo, manager?” “Cepat kembali~ Kita akan segera ke Jepang!” Oh ya! Aku lupa!! Hari ini aku harus ke Jepang!! Besok akan ada Teen Top fanmeeting di Tokyo!

Tags:

Taechan POV

Minwoo langsung membawaku pergi. Aish, kenapa penyakitku selalu kambuh disaat yang tidak tepat?! -_- “Minwoo, kau akan membawaku kemana?” “Ke klinik…” “klinik?” Aku curiga kenapa Minwoo hanya membawaku ke klinik. Saat aku sakit, dia selalu mengajak aku ke rumah sakit sekalipun tempatnya jauh~ Dan saat aku menyadari…. “Minwoo, turunkan aku!!!!” “Aniyo!” “Wae?! Minwoo, sekya!!!” Aish, aku tidak mau bertemu halbae!! Dia akan memarahiku dan memukulku!” Sesampainya di klinik halbae….. “Halbae!” “Minwoo, wae? kenapa datang ke….” Berkas-berkas halbae langsung jatuh melihatku. Minwoo langsung menurunkan aku. “Taechan!” Tuh, benar kan?! Halbae memukulku dengan gulungan kertas. “Aigoo, halbae!!! Waeyo?!” “Halbae khawatir, Taechan!!!!!! Kamu ini kabur-kabur saja!” “Mianhae, halbae….” aku hanya tertunduk. Aish, aku selalu merasa bersalah pada harabeojiku. Dari kecil, hanya halbaeku yang bernama Shim Changmin yang selalu merawatku dan kedua kakakku. Halbae langsung memeriksaku. “Pasti kamu kambuh lagi?” “Ne… aish, halbae, beberapa hari ini, aku kambuh terus…” Ucapku. “Obatmu habis, Tae~ Sebentar ya, Tae. Halbae mesti mencari obatmu di apotik. Istirahat saja dulu di sini. Halbae sudah memberimu obat suntik supaya rasa sakitnya berkurang.” “Ne, gomawo, halbae…” Halbae meninggalkan aku dan Minwoo di ruang pemeriksaan. “Tae, gwenchana?” “Ne. Tadi halbae sudah memberiku obat suntik. Sekarang aku lebih baik.” Ucapku sambil duduk di tempat tidur. Tiba-tiba, Minwoo memegang kepalaku. “Tae, jaga dirimu baik-baik ya! Kau harus banyak makan makanan yang sehat, istirahat yang cukup, dan minum obatnya~ aku pulang dulu ya~” Cup! Minwoo mencium keningku. Aigoo… “Minwoo! maksudnya apa ini?!” Ucapku sambil menunjuk keningku. Minwoo hanya tersenyum lalu pergi meninggalkan aku di klinik. Tiba-tiba…….

Changjo POV

Aku khawatir sekali dengan Taechan. Aish, naneun baboya!!!!!!!! tiba-tiba, handphoneku berbunyi. Oh, dari Shim halbae. Shim halbae adalah seorang dokter di dekat dorm. Kalau salah satu dari kami sakit, maka kami akan membawanya ke klinik Shim Halbae. Aku selalu memanggilnya halbae, karena dia sangat dekat denganku. Dia seperti sosok kakek kandungku. “Yoboseyo?” “Jonghyun? Halbae ingin memberitahumu…” “Mworago, halbae?” “tentang Taechan~” MWOYA?! Halbae tahu tentang Taechan?! “Halbae, jinjjayeo?!” “Ne. Taechan ada di klinikku sekarang. Halbae juga harus memberitahumu sesuatu si klinik, jadi datang ke klinik, ya~” “Ne, halbae!”Aku langsung berlalri menuju klinik. “Jonghyun, eoddilkkayo?!” Tanya Chanhee hyung. “Aku ke klinik sebentar, hyung! Minsoo hyung, temani aku~” Aku dan Minsoo hyung langsung menuju ke klinik Shim Halbae. Ternyata, Shim Halbae sudah menunggu di depan klinik. “Halbae! Taechan mana?!” “Di dalam, di ruang pemeriksaan. Tapi hanya kamu saja yang masuk. Hyungmu akan membantuku mencari obat untuk Taechan.” Minsoo hyung hanya tersenyum pada Shim Halbae dan mengangguk. Apa… jangan-jangan dia dan yang lain sudah tahu?! -_- Aku langsung masuk ke dalam. “Tae…” Aku melihat Taechan di ruang pemeriksaan dengan seorang…. namja! Cup! Namja itu mencium keningnya! Dan, tiba-tiba… perasaan ini muncul lagi…. Aish, apakah ini yang namanya cemburu?! -_- ketika namja itu keluar, aku bersembunyi agar tidak ketahuan. Setelah itu, aku langsung mendatangi Taechan. “Taechan!!!” Taechan langsung cemberut ketika aku datang. “Waeyo? Kenapa kau datang?” aku duduk di sampingnya. “Mianhae…” Ucapku pelan. Taechan hanya diam. Aish, keu yeoja…. -_- “Mianhae? Kau mau minta maaf?” “Ne…. Mian, Tae. Mian kalo aku kasar padamu….” “Aku tahu, Jonghyun….” “Tae, mianhae…” Ucapku sambil memegang tangannya. “Ne… Aku tahu kau marah karena kau khawatir padaku… nado mianhae…” Sejenak aku hanya diam, lalu tertawa kecil. “Wae?! Apa yang lucu???” “Anieyo~ Sudahlah, lewatkan saja sesi itu!” Ucapku sambil memberantakan rambut Taechan. “kkkkk oh ya kok kamu bisa tahu aku disini?” “Aku tahu dari halbae… Shim halbae, dokter disini. Tae, tapi kenapa kamu bisa disini?” “Tadi, penyakitku kambuh jadi aku dibawa ke sini ke tempat halbae…” Aku sedikit bingung. Taechan langsung memanggil Shim Halbae dengan ‘Halbae’. “Tae, kau tahu Shim Halbae?” “Ne, tentu saja! Dia halbaeku tahu! -_-” “Mwoya?!” Taechan adalah cucu Shim Halbae?! Aku baru tahu…. “Kau ini… Beliau itu halbae kandungku tahu!” “Oh, ya, yang tadi siapa?” Tanyaku menanyakan soal ‘namja’ yang tadi itu. “hah? yang mana?” “Yang tadi!!! Yang nyium kamu,Tae!!” “Oh, dia? Keu namja ireumeun Minwoo ibnida~ No MinWoo~” “Dia temanmu?” “Ne, teman baikku~ Teman kecilku juga~” “Oh…. gwenchana~ ya sudah, kau mau pulang?” Saat kami akan pulang……. “Taechan!!” Halbae memanggil Taechan. “Tae, bawa obatnya, Kamu pulang sama Jonghyun ya~ Minsoo akan membantu halbae di sini.” “Ne, aku pulang dulu. Gomawo, halbae!” Aku dan Taechan pun segera pulang ke rumah. Aku memutuskan untuk berhenti karena aku melihat Taechan sangat pucat. “Jonghyun, wae? kenapa berhenti?” “Sini, aku gendong!” Taechan kelihatan bingung. “eh? kenapa denganmu?” “Kau ini pucat sekali! Sini, naiklah ke punggungku!” Akhirnya Taechan segera naik ke punggungku. Dalam perjalanan, Taechan hanya diam. Mungkin ia capek~ Sesampainya di rumah…. “Tae, Tae~” kkkkk Taechan sudah tidur. Aku menggendongnya dan mengantarnya ke kamarnya. 태찬, 잘자요~ 좋은 꿈 꿔~* Perlahan, aku mencium keningnya……

To be Continued

* = Taechan, jaljayo, joh eun kkum kkwo –> taechan, good night, have a nice dreams~

Tags:

Author POV

“Taechan!! Mianhae…” Kata Minwoo sambil memegang tangan Taechan. “Lepaskan aku, Minwoo!” “Tae, jeongmal mianhae…” Minwoo langsung memeluk Taechan dari belakang. “Maumu apa, Minwoo?! Lepaskan aku!” Taechan berusaha melepaskan pelukan Minwoo. Tapi, Minwoo tidak akan mudah untuk melepasnya. “Aku cuma ingin memelukmu, Tae~ aku sayang sama kamu seperti waktu kita kecil…” “Minwoo, lepaskan aku~ Aku harus segera pulang~” Taechan melepaskan tangan Minwoo yang melingkari pinggangnya satu per satu, lalu segera berlari menuju dorm. “Oh, andwae! Oppadeul akan memarahiku jika aku pulang telat!” Taechan langsung berlari pulang. Sesampainya di dorm….. “Huff…. mianhae, oppadeul! Aku telat~” Ucap Taechan sambil menunduk 2 kali. “Kau kemana saja, Tae?! Aku dan Changhyun dari tadi menelfonmu 20 kali! Tapi kau tidak mengangkatnya! Eoddilkkayo?!” Ini pertama kalinya, Changjo marah pada Taechan. Dan ini bukan marah biasa. “Jonghyun, mianhae….” “Kami semua sangat khawatir padamu! Kalau kau hilang, pingsan, diculik, atau diapakan?!” “Mianhae, tadi aku ke tempat oppaku~” “Kalau kau mau ke tempat oppamu, sebaiknya kau bilang padaku! Maksudmu apa membuatku khawatir seperti ini?!” Taechan hanya terus menunduk, sementara Changjo tidak berhenti memarahinya. “Sudah, Jonghyun-ah~” Kata Niel sambil menenangkan Changjo. “Sudahlah, Jonghyun, dia hanya mengunjungi oppanya~” Kata Minsoo. “Tapi, hyung!” “Sudah!!” Akhirnya, Taechan benar-benar kehilangan kesabarannya. “Sudahlah! Jonghyun, aku tidak tahan lagi dengan caramu mengomeli aku! Aku hanya bertemu oppaku! Dan, kau marah?! Ini, ambil saja makanannya! Aku tidak makan!” Kata Taechan sambil membanting makanannya di meja, lalu meninggalkan dorm. “Taechan! Ergh! Naneun pabo!” Changjo benar-benar merasa bersalah dengan Taechan…..

Minwoo POV

Aku mengikuti Taechan sampai rumahnya dan…. Dorm TEEN TOP???!!! Jadi, selama ini, Taechan tinggal bersama Changjo cs?! Aku menunggu Taechan di depan pintu dorm . Dari luar, terdengar seseorang sedang marah… dan 5 menit kemudian, ia keluar. “Minwoo?” Dia kelihatan bingung melihatku berdiri di depan pintu dorm. “Kau mengikutiku?!” “eum… ne~” “Minwoo, aku mau cerita~” “cerita apa?” “ayo, ikut aku!” Taechan langsung menarikku ke taman apartemen. Sikapnya dari dulu tidak pernah berubah. Selalu menarik seseorang jika diminta untuk ikut dengannya. “Waeyo, Tae? Kenapa dengan suara orang marah di dorm Teen Top?” Taechan langsung menunduk. “Tadi, Jonghyun memarahiku…” “Memarahimu?! Wae?!” “Harusnya, aku pulang ke dorm. Tapi, aku pulang telat karena aku mengunjungi dormmu dulu. Dia marah karena aku tidak memberitahunya kalau aku pulang telat. Dia sudah mencoba menelfonku 20 kali. Tapi, aku memberontak! Aku kan hanya mengunjungi dorm oppaku! -_-” Kata Taechan sambil mengepalkan tangannya. “Tapi, Tae, Jonghyun ada benarnya…” “Kok kamu dukung Jonghyun?! Minwoo!” Aku memegang kepala Taechan. “Tae, Jonghyun ada benarnya. Kalau kamu gak kasih tau Jonghyun kalau kamu mau ke dormku, pasti dia kiranya kamu udah diculik orang atau penyakitmu udah kambuh! Pantas saja dia menelfonmu 20 kali. Dia pikir kamu pingsan di tengah jalan, trus handphonemu dibawa seseorang….” “Tapi aku kan hanya mengunjungi dorm oppaku…” “Tetap saja, Tae. Kau tidak tahu seberapa khawatirnya Jonghyun padamu? Sekalipun aku tidak melihat bagaimana dia memarahimu, tapi aku bisa merasakan kalau dia sangat khawatir…” “Jadi, aku harus minta maaf?” “Jika menurutmu perlu..” “ah, gomawo, Minwoo!!” Kata Taechan lalu ia memelukku denga eratnya. “Taechan…” “Minwoo, aku kangen memelukmu seperti ini…” Sesaat aku hanya terdiam. Aku benar-benar tidak menyangka bisa memeluk Taechan lagi setelah 11 tahun aku tidak pernah bertemu dengannya. Tiba-tiba….. “Huff huff huff….” “Taechan, waeyo?!” “Aku…aku…” Oh, Ani!! Penyakit Taechan kambuh lagi!!

To Be Continued~

Tags:

New cast : Boyfriend!!!!! Nanti bakal ada new main cast from Boyfriend!!!! 🙂

“HAH?! Tae, Hyunseong hyung itu oppamu?!” “Ne! Ayo aku pengen cerita sama kamu. Kamu udah selesai tampil?” “Udah, kamu mau cerita apa?” Taechan langsung menarik Changjo ke ruang tunggu Teen Top. Sementara itu……

Hyunseong POV

Aku langsung kembali ke ruang tungguku bersama Boyfriend. Taechan memang dongsaengku satu-satunya. Aku sebenarnya tidak tega untuk memberitahunya tentang HyeChan onni….. Tapi kalau aku rahasiakan, Taechan akan marah besar sama kakek dan aku untuk selamanya! -_- “Dari mana, Hyunseong?” Tanya Donghyun hyung. “Tadi aku ketemu dongsaengku……” Ucapku sambil duduk di sofa. “Dongsaengmu?! Maksudnya Taechan????” Jo Twins langsung melongo mendengar aku menyebut kata ‘dongsaengku’. Sementara Minwoo…… dia hanya diam, menggembungkan pipinya, sambil membaca majalah. Jeongmin dan Jo Twins terus saja menggodainya. “Minwoo! Tuh dengar kata Hyunseong hyung! Dongsaengnya!” Kata Jeongmin. Aku tahu mereka bermaksud apa. “Sudah, sudah~ Jangan godain Minwoo lagi….. kasian dia capek…..” Aku langsung mendekati Minwoo. “Minwoo…..” “Waeyo, hyung? Dimana dongsaengmu?” “Kenapa kau menanyakan lagi? Kau masih suka dengannya?” Minwoo hanya bisa menatapku. Tapi aku tahu sebenarnya dia masih suka dengan Tae. “Hyung, aku keluar dulu…. mencari makanan!” Minwoo tersenyum manis padaku. “Ya sudah, tapi belikan aku ttokpokki ya!” “Oke!” Minwoo pun segera pergi membeli jajanan ke Jongno-dong. Sementara aku dan member yang lain memutuskan untuk pulang.

 

Taechan POV

“Tae, aku lapar nih!!!!” Kata Niel oppa. “Trus kalian mau apa? Mau aku masakin gitu?” Ucapku bingung. “Beli jajanan aja di Jongno-dong.” Kata Chanhee hyung padaku. “Ya sudah, uangnya mana?” Minsoo oppa langsung merogoh dompetnya dan mengambil uang sebesar 5000 won. “Ini,ya, Tae~ Beli ttokpokki, gimbap, manjoo, tree bar, sama twist potato ya~” “Ne~” Sebenarnya, dari Jongno-dong, jaraknya tidak jauh dari dorm, malah relatif dekat. Mungkin untuk pergi ke sana, aku hanya menghabiskan waktu 20 menit. Sesamapinya di Jongno-dong dengan subway, aku langsung ke kedai tree bar, manjoo, gimbap, twist potato, dan ttokpokki. Aku berpikir untuk mengunjungi dorm oppaku. Oke, aku kesana! ^^ Dorm oppaku ada di Jongno-dong. Aku langsung menuju ke dorm oppaku. Aku mengetuk pintu depan. “Nuguseyo?” Tanya seseorang. “Naneun Shim Taechan-ibnida~” Jawabku. Cowok itu langsung membuka pintu. Ternyata…. “Jeongmin!!!!!!” Lee jeongmin, teman kecilku! “Taechan!!!” Dan ada…… Kwangmin dan Youngmin, Donghyun hyung!! Mereka semua teman kecilku! Mereka berempat langsung memelukku bersamaan, dan membuatku hampir tidak bisa bernapas -_- “Kami kangen padamu, Tae! Kamu kemana saja?” Tanya Youngmin. “Aku lebih sering di rumah sakit, apalagi sejak aku tinggal dengan kakek… Oppaku mana?” “Dia sudah tidur. kkkkk dia tidur paling cepat disini~” Jawab Kwangmin. Aku sangat senang bisa bertemu dengan mereka! Sekitar 20 menit, aku mengobrol dengan mereka. Tiba-tiba……. “Aku pulang!!!!” Nuguni??? “Ta… Tae… TAECHAN?!” An… An… Aniyo!!! “Mi…Mi…MINWOO?!” No Minwoo, orang yang sudah meninggalkan aku selama 11 tahun!! “Taechan!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Tags:


  • 심태찬: heo gyeonghwan juga ganteng kok hehe cuma kalo 7 ini termasuk tinggi gitu, kalo heo gyeonghwan kan pendek huhu :)
  • Caroline: kok ga ada heo gyeong hwan ya?X')
  • Dyah Galih (@dyahlittle): Sohee kayak kembarannya Xiumin :D Kris juga mirip Jerry Yan cool and Sehun mirip Wu chun imut banget!

Categories