Taechan and her mind~

Archive for the ‘Fanfic’ Category

Esok harinya di rumah Suho……… “Hyung, aku dan Taechan meminta cuti.” Kata Sehun pelan. “Ne, aku mengerti. Masalah kemarin memang sulit untuk kita semua.” Kata Suho sambil meminum kopinya. “Apa yang harus kulakukan, hyung?” Tanya Sehun sambil bersandar pada sofa. “Kau harus ikuti apa yang kau yakini benar. Percayalah, suatu hari nanti, Jongin akan luluh.” “Tapi suatu hari nanti itu kapan, hyung?” “Percayalah, Sehun. Ini hanya akan berlangsung sebentar. Bahkan, hanya dengan Jongin pergi ke petshop, ia pasti akan rindu segalanya.” Hari itu, Jongin pergi ke petshop. Karena Taechan dan Sehun tidak ada, maka Baekhyun yang membantunya. Jongin merasa sangat sepi disana. Tidak ada Sehun yang biasanya membantu Jongin mengambil pisau dan alat-alat lain. Dan, yang paling ia rindukan. Taechan yang selalu disamping. Entah, apapun yang Taechan lakukan, Ia merindukan itu semua. Entah memakan seporsi ramyeon, menggendong anjing, grooming, menari-menari di ruangan perawatan bersama anjing, dll. Jongin memasang poker face. Ia memang kelihatan biasa saja, tapi di hatinya, segalanya ingin ia luapkan. Ia rindu Taechan. Itu satu hal yang pasti.

Dan, sudah hampir 1 bulan, Jongin bertahan dengan poker facenya itu. Kali ini, dia tidak tahan. Ia benar-benar gila. Ia rindu Sehun. Dan, Ia rindu Taechan. “Aish, tidak sepantasnya aku merindukan perempuan itu.” Ucap Jongin tiap kali ia rindu. Tapi, percuma saja. Itu tidak mampu mengalahkan rasa rindunya. Bahkan, memori-memori itu semakin kuat menghiasi otaknya. “Kau pasti rindu mereka, kan?” Tanya Baekhyun. “Mwo?! Neon micheosseo?!” “Jongin, aku bisa membaca wajahmu. Walaupun kau poker face, tapi ada garis di wajahmu yang mengatakan ‘aku rindu’.” Ucap Baekhyun sambil merangkul Jongin. “Aish, aku tidak tahu apa yang terjadi denganku. Sepertinya aku butuh relaksasi.” Kata Jongin. Dan……… ia pergi ke kedai soju di saat hujan dan itu membuat tubuhnya basah kuyup. Bodohnya, ia tidak tahu itu kedai soju milik Shim ahjussi. Untung yang melayaninya adalah ahjumma (yang tidak tahu wajah Jongin seperti apa). Begitu Taechan kembali setelah mengantar pesanan pelanggan………… “Omona, Jongin!!”

Advertisements

Ayah Jongin, Kim Jongwoon datang dengan bodyguardnya dan juga………pamannya Taechan, Shim Changmin. “Ahjussi! Ahjussi bermasalah apa dengan mereka?! Ahjussi pinjam uang lagi!?” Tanya Taechan mendekati pamannya sambil memukul lengannya beberapa kali. “Aniya, Tae. Mereka telah tahu kebenarannya.” Paman Shim terengah-engah. “Kebenaran apa, ahjussi?!” “Kebenaran yang kita sembunyikan selama ini! Kau, aku, dan ahjumma yang tahu tentang ini!” Paman shim berteriak. “Ahjussi, jangan bilang………” Taechan tampak gugup. “Ne, Tae………” “Ahjussi, aku bahkan tidak tahu kalau itu dia!” “Aku yang menyembunyikan identitasnya darimu, Tae! Itu sebabnya kenapa aku menentangmu ketika kau akan bekerja di petshop ini! Aku tahu kau akan bertemu dengan anak 15 tahun lalu itu!” “Ahjussi, dia disini?” Paman Shim mengangguk. “Ya! Shim Changmin! Mengakulah!” Kata Ayah Jongin sambil memukulnya. “NE! AKU YANG MEMBUNUH ISTRIMU WAKTU ITU!” Kata Paman Shim sambil berteriak. Jongin pun tersentak. “Jadi, kau yang……… kau yang membunuh eommaku?! BERANINYA KAU!!!!!!” Jongin langsung memukul Paman Shim tanpa henti. “Jongin, berhenti! Berhenti!” Taechan menyuruh Jongin untuk berhenti. “Taechan! Kau tahu semua ini kan?! Kau tahu kalau ahjussimu yang membunuh eommaku?!” Taechan pun gugup. Ia tidak bisa berkata apa-apa. Jongin langsung mendekati Taechan, lalu menggoyang-goyangkan kedua lengannya. “JAWAB AKU! JAWAB AKU JUJUR!” “NE! Aku memang tahu! Tapi aku tidak tahu kalau dia adalah eommamu! Aku adalah anak perempuan yang kedai sojunya kau hancurkan ketika appamu berusaha menangkap ahjussiku. Dan, kami bertiga berhasil kabur. Aku melihatmu di dalam mobil saat itu. Bermain dengan robot-robotmu.” “Godjimal!!! Aku tidak akan percaya! Lebih baik kau keluar! Aku tidak mau kau disini!” “Jongin, aku……” “ANIYO! KA! KA!” Jongin sangat marah pada Taechan. Taechan pun diusir dan Ia pergi. “Taechan!” Sehun pun segera menyusul Taechan. “Taechan!” Ia segera memeluk Taechan dari belakang. “Tae, gwenchana?” Tanya Sehun. Taechan terdiam, lalu tiba-tiba terdengar suara tangisan pelan. Sehun langsung berdiri di depan Taechan, lalu mengangkat wajahnya. “Tae, uljima~” Kata Sehun sambil menghapus airmata yang mengalir dari mata Taechan. “Sehun, Jongin………” “Aku akan coba berbicara dengan Jongin~ Lebih baik kau sekarang pulang dulu~” “Ne~” Dan, Sehun memeluknya erat. “Hati-hati di jalan~” Kata Sehun. Taechan mengangguk pelan. Sehun pun segera kembali ke petshop. Di sana hanya ada Jongin, berdiri menunggunya. “Kau akan bertindak sebagai pahlawan kali ini?” Tanya Jongin sinis. “Kenapa kau marah pada Taechan?!” “Aku? Kau tidak akan pernah tahu rasanya menjadi aku.” “Jawab aku, Jongin! Kenapa kau marah padanya?!” Sehun pun mulai emosi. “Dia tahu tapi dia tidak pernah cerita padaku!” “Dia bilang kalau dia tidak pernah tahu siapa identitas anak yang disembunyikan ahjussinya!” “Itu hanya alasan, Sehun! Kau mempercayai dia?!” “Kau……… ergh!!!” Dan, mereka mulai bertengkar. Mereka mulai memukul satu sama lain. Beruntung Baekhyun dan Chanyeol melihat pertengkaran itu. Sementara Taechan…… “Aku punya firasat buruk. Aish, aku tidak pulang. Aku harus ke petshop sekarang. Ada hal buruk yang terjadi disana~” Ucapnya dalam hati. Tiba-tiba, “Taechan!!!!” Baekhyun dan Chanyeol memanggilnya. “Baekhyun, Chanyeol, waeyo?” “Sehun dan Jongin…… mereka……” Baekhyun mulai gugup. “Mereka bertengkar di petshop! Mereka saling pukul!” Kata Chanyeol. “Kau harus ikut kami, Tae!” Kata Chanyeol. “Ne~ Ayo kita segera ke sana~” Maka, mereka bertiga segera pergi ke petshop. “Sehun! Jongin!” Taechan langsung melerai mereka berdua. Keadaan mereka berdua sangat parah. Wajah mereka dipenuhi memar dan darah mengalir dari hidung dan mulut mereka. “Kau……… beraninya kau masih datang ke tempat ini.” Kata Jongin dengan sinis. “Kau. Jangan pernah kau ganggu hidupku! Aku tahu kau memang membenciku. Benci saja! Aku tidak akan pernah peduli padamu! Kau boleh membenciku, tapi jangan pernah mengganggu orang lain yang ada dalam hidupku! Kau boleh membunuhku, tapi jangan pernah sekalipun kau sentuh mereka dengan ujung jarimu.” Taechan langsung menarik Sehun pergi. Diikuti oleh Baekhyun dan Chanyeol. “Taechan, kau lebih baik pulang. Tadi aku sudah menyuruhmu pulang, kan?” Kata Sehun. “Arayo. Hanya saja aku…… aku tahu akan nada kejadian buruk di petshop. Mianhae, Sehun~” Kata Taechan pelan. “Tae, aku bingung dengan Jongin. Kau kan tidak tahu, kenapa dia terus menyalahkanmu?” Tanya Chanyeol dan Baekhyun. “Sudahlah~ lebih baik kita kembali ke rumah kita masing-masing.” Kata Sehun pada Chanyeol dan Baekhyun. “Ne~ annyeong!” Sesampainya di rumah Taechan………… “Taechan!” Ahjumma memanggilnya. “Ahjumma, mianhae……” Taechan menangis di depan Shim ahjumma. “Gwenchana, Tae~ ini bukan salahmu. Ini memang murni salah ahjussimu. Dia yang menyembunyikan segalanya sendiri.” Kata Ahjumma sambil membelai rambut Taechan. “Aku tahu Jongin pasti marah padamu.” Taechan hanya tertunduk pelan. “Ahjumma tahu, Tae. Jongin memang marah, tapi ahjumma tidak yakin ini akan berlangsung lama~ Nanti ia juga akan tahu kebenarannya~” Kata ahjumma.

Hari itu, mereka kedatangan anjing golden retriever berumur 3 bulan. “Aku ingin anjingku divaksin.” Kata sang pemilik. “Ne~ tagihan anda 25000 won~” Kata Sehun. Pemilik itu segera membayar. “Ne, kamsahamnida~” “Ne~”. Sehun segera mengantar anjing itu ke ruang kesehatan hewan. “Jongin, Taechan, anjing ini tolong divaksin ya~” Kata Sehun sambil memberikan anjing itu kepada Taechan. “omona, jeongmal kyeopta!” Kata Taechan sambil menggendong anjing itu. “Tae, kau mau aku memberikan vaksin dengan posisi kau menggendongnya?” Tanya Jongin. “Ne~ kau bisa kan? Aku ingin menggendong anjing ini. Dia sangat lucu!” “errr…… ya sudah~” Awalnya, Jongin sedikit ragu. Tapi, lama-lama, ia tidak ragu. “Jongin, kau mau menggendongnya?” “Aniyo~ aku harus segera menangani yang lain.” “Tapi dia kan sangat lucu~” “Kau lebih lucu~” Kata Jongin sambil memgacak-acak rambut Taechan, lalu pergi kabur entah kemana. “Mwo!? Kau bilang apa tadi? Ya, Jongin!” Taechan memanggil Jongin dengan keras. “Aish, omongannya…… apa aku mulai suka dengannya ya?” Taechan mulai bergetar. “Pabo Taechan! Kau harus fokus pada pekerjaanmu!” Tiba-tiba…… BRUUUKK!!! Jongin memecahkan labu ellenmeyer yang ada di ruang perawatan hewan. “Auuu…” Jari manis Jongin tertusuk pecahan kaca. CUP! Taechan langsung memasukkan jari manis Jongin ke dalam mulutnya. Lalu, ia mengambil plester dari kantung celananya. “Nah, lain kali kau harus hati-hati.” “Taechan…” CUP! Jongin mencium kening Taechan. “Gomawo~” Pipi Taechan pun langsung memerah.

Dalam 6 bulan pertama Taechan bekerja, Sehun dan Jongin sudah sangat akrab dengannya. Tepat di pertengahan tahun, Suho memberikan 1 hari cuti khusus pada mereka bertiga. Dan, mereka bertiga memutuskan untuk menghabiskan 1 hari itu bersama. Mereka bertiga berkumpul di petshop untuk merencanakan perjalanan mereka. “Jadi kita akan kemana?” Tanya Sehun. “Tenang saja, aku sudah buat daftar tempatnya~” Kata Taechan menyodorkan selembar kertas berisi tempat-tempat yang akan mereka kunjungi. Dan, mereka mengunjungi tempat-tempat tersebut. Mulai dari Sungai Han, Chonggyecheon, Hongik University, sampai berbagai istana-istana bekas Kerajaan-kerajaan Korea seperti Joseon, Silla, dan Goguryeo. Dan, mereka menemukan bahwa ternyata di Seoul, banyak tempat yang belum mereka kunjungi dan ternyata sangat indah, serta kaya budaya. Di malam hari, mereka menghabiskan waktu di petshop. “Jadi, di petshop, apa yang akan kita lakukan?” Tanya Taechan. “Serahkan padaku~ Kita akan bermain dengan teman-teman~” Kata Jongin. Lalu, teman-teman Jongin datang semua! Mulai dari Suho, Baekhyun, Kyungsoo, dan Chanyeol. “Baekhyun, Kyungsoo, Chanyeol!” Taechan berteriak senang. “Kau kenal mereka, Tae?” Tanya Sehun. “Dulu, dia bekerja di cabang kita. Karena kalian kekurangan, maka ia dipindahkan ke cabang sini.” Kata Baekhyun. “Waaa, jadi dia cukup akrab dengan kalian?” Tanya Jongin. “Waaaa, kita berempat sangat akrab~ iya kan, Tae?” Kata Kyungsoo semangat. “Ne! omona, chingu, jeongmal bogoshipoyo~” “Ne, nado, Tae~” Kata Chanyeol. Malam itu, mereka berenam habiskan dengan bermain, menyanyi, dan menari bersama. Chanyeol mengiringi mereka dengan gitar ketika mereka bernyanyi bersama. Sehun dan Jongin menari bersama dan mereka bahkan sangat lincah.

Tapi tiba-tiba………….. “Appa?”

“Nah, sekarang lukamu sudah kubalut! Aku akan grooming anjingnya~” Kata Taechan sambil membawa anjing chow-chow itu ke ruang grooming. “Hati-hati, Taechan.” Kata Jongin sambil tertunduk pelan. “Ne~ Tenang saja, Jongin~” Kata Taechan sambil tersenyum padanya. “Jakkamanyeo!” Jongin tiba-tiba berteriak. “eh? Jongin, waeyo?” “Taechan……… go-go-gomawo-yo….. mianhae kalau aku sering sinis padamu dulu.” Kata Jongin pelan. “Gwenchana~ aku tidak marah ^^ Aku harus grooming dia cepat! Nanti, kau bantu aku vaksin anjing ini~” “Ne~ ^^” Dan, itu pertama kalinya Taechan melihat Jongin tersenyum. Sehun pun baru pulang. “Ya! Jongin, tanganmu kenapa?!” Tanya Sehun sambil mendatangi Jongin. “Tadi, Chow-chow nakal itu menggigitku dengan giginya yang tajam.” “Kau ini~ sudah tahu Chow-chow galak, masih saja kau bermain dengannya. Oh, ya, siapa yang membalut lukamu?” “Tadi Taechan yang membalutnya~ sekarang dia sedang grooming anjing nakal itu~”  Sehun terkejut. “Mwo!? Jadi kalian……” Tiba-tiba, Taechan baru saja keluar dari ruang grooming. “Omona, dia benar-benar nakal! Jongin, ayo~” Taechan segera memanggil Jongin, lalu mereka berdua pergi ke ruang kesehatan hewan. “Jadi, mereka berdua sudah baikan…… Akhirnya~” Kata Sehun dalam hati. “Tae, pegang anjingnya~ aku akan memberikan vaksin~” Kata Jongin. “Ne! Tapi dia terus meronta-ronta, Jongin! Dia berat juga!” Taechan kewalahan memegang anjing Chow-chow itu. Dan, ia hampir menggigit tangannya. “Ya! Nappeun!! Nappeun!” Taechan segera memukul kepala anjing itu. Dan, hebatnya, anjing itu langsung diam, dan nurut pada Taechan. “Waaaa, Tae, daebak!” Kata Jongin.

Jam 4 sore, sang pemilik Chow-chow itu menjemput anjingnya. “Waaa, anjingku tampak sehat~ Kamsahamnida~ ^^” Kata sang pemilik berterima kasih. “Cheonmaneyo. Ini ada hadiah untuk anjing anda~” Taechan memberikan sekotak biskuit anjing. “Waaaa jeongmal kamsahamnida~ Annyeonghigaseyo~” Kata sang pemilik seraya membawa anjingnya pulang naik mobil. “Kau ini, anjing nakal itu kau beri sekotak biskuit anjing?” Kata Jongin. “Ne~ kenapa?! Kau mau?” Tanya Taechan sambil memberikan biskuit anjing pada Jongin. “Naneun gaega aniya!” Kata Jongin sambil mengacak-acak rambut Taechan. “Kekekekeke~ baegopayo?” Tanya Taechan. “Umm……… Ne~” “Ayo kita makan ramyeon di samping~” “Ne~ Sehun, jaga toko ya!” Kata Jongin. “Ne! Tapi aku di kamar mandi! Kalian pergi saja, nanti aku yang jaga. Belikan aku seporsi cheese ramyeon ya!” Kata Sehun berteriak dari kamar mandi. “Ne! Annyeong!” Taechan dan Jongin pergi ke kedai ramyeon di samping petshop. “Annyeonghaseyo, mau pesan apa?” Tanya pelayan. “2 porsi kimchi ramyeon untuk makan disini. Dan 1 porsi cheese ramyeon untuk take away. Minumnya 2 ice tea.” “Ne, algesseumnida~” Dalam 5 menit, sang pelayan sudah mengantar seluruh pesanan mereka. “Selamat makan~” Ucap keduanya. Setelah makan sekitar 10 menit……“Kau sudah selesai belum?” Tanya Taechan menunggu Jongin selesai makan. “Kau ini kalau soal makan, pasti lambat.” “Tandanya aku ingin menikmati makanannya, tahu! -_-“ “Arayo~ tapi ini sudah malam. Kita kan juga bawa pesanan Sehun.” “Oh ya! Sehun! Aish, aku lupa~” Jongin segera mempercepat makannya. Sampai-sampai, saus kimchi menempel di bibirnya. Taechan pun segera mendekati wajahnya. “YA! Tae, kau mau menciumku?!” Jongin ketakutan dan panik. Lalu, pelan, Taechan mengelap bibir Jongin dengan jari jempolnya~ “Aish, pabo, ada saus kimchi di bibirmu~” “Ah, jinjja?” “Sudah kubersihkan~ kau malah mengira aku akan menciummu?! Yang benar saja!” “Aish, a-a-aku kan tidak tahu!” Kata Jongin dengan pipi memerah. “Pipimu…… waeyo?” Tanya Taechan. “Ini ka-ka-karena…… udaranya! A-a-aku sering jadi merah kalau udaranya dingin~” Kata Jongin. “Ya sudah, kita harus cepat kembali ke petshop. Kau akan makin memerah jika kau disini~” Taechan segera menarik tangan Jongin dan kembali ke toko, membuat Jongin semakin memerah. “Sehun! Ini Cheese ramyeonmu~” Kata Taechan. “Gomawo!! ^^” Sehun juga memakannya dengan lahap. Jam 9 malam, mereka pun pulang ke rumah mereka masing-masing.

Selama beberapa minggu kerja, kelakuan Jongin juga belum membaik kepada Taechan. Berbeda 180 derajat dengan Sehun yang sangat baik kepada Taechan. Bahkan boleh dibilang terlalu baik. Hari itu, mereka melakukan operasi pada seekor anjing yang menderita usus buntu. “Tae, pisau.” Jongin meminta pisau. “A-a-a, ne~” Kata Taechan sambil mengambilkan pisau dengan tangan gemetar. “Kau ini lambat sekali.” Kata Jongin sinis. “Mian, mian~” Ucap Taechan. “Shht! Kalian ini! Kita sedang operasi!” Kata Sehun. Selesai operasi………… “Tae, mianhae ya atas kata-kata Jongin. Dia belum bisa menerima kalau Soojung keluar.” Kata Sehun sambil merangkul Taechan. “Ne, aku tahu. Aku tidak marah, Sehun~ Hanya saja aku merasa aku kurang berusaha.” Taechan merasa sedih. “Menurutku kau sudah bekerja keras.” “Jinjja?” “Ne~ hanya saja kau harus mengembangkannya lagi. Kau harus semakin semangat dan berusaha. Aku akan membantumu jika kau butuh~” Kata Sehun sambil memegang kepala Taechan. “Ne, gomawo, Sehun! ^^” Sehun sangat senang melihat Taechan tersenyum padanya. “Yaksokhae~ aku akan berjanji untuk membuatnya selalu tersenyum~” Besoknya, EXO petshop kedatangan seorang pelanggan yang membawa anjing jenis Chow Chow. Wajah anjing Chow-chow memang lucu, tapi sebenarnya dia anjing yang cukup galak. “Jeogyeo, aku ingin vaksin dan grooming pada anjingku.” Kata sang pemilik. “Ne~ semuanya 50000 won ya~ Anda bisa menjemput anjing anda jam 4 sore.” Kata Taechan. “Ne, kamsahamnida~” Sang pemilik pun segera pergi. “Jongin, Taechan, aku beli makanan dulu, ya!” Kata Sehun. “Ne~ yang banyak ya!” Kata Jongin. “Kau ini -_-. Aku pergi dulu.” Jongin pun bermain-main dengan anjing itu, sementara Taechan menyiapkan peralatan grooming. Tiba-tiba… “Aaauuu!!!” Tangan Jongin digigit oleh anjing itu. “Omona, Jongin! Gwenchanayeo?” “Aish, apayo……” Jongin merintih kesakitan. Tangannya berdarah. “Sebentar ya, aku ambilkan P3K dulu~” Kata Taechan. Ia segera mengambil P3K di lemari. “Sini, tanganmu~” Jongin segera memberikan tangannya yang berdarah-darah. “Aaa! Aaaa!” Jongin berteriak kesakitan ketika Taechan membersihkan lukanya dengan alkohol. Lalu, Taechan segera memberikan obat merah, dan membalut lukanya dengan kapas dan kasa. Perlahan, Jongin memperhatikan wajah Taechan. “Omona, aku tak pernah menyangka. Yeppeuda~ Aish! Aku merasakannya lagi! Perasaan ini…… Aku bahkan tidak merasakannya ketika dengan Soojung. Aish, Shim Taechan!” Jongin menggerutu dalam hati.

“Hun, gunting.” Kata Jongin. “Ne.” Sehun segera memberikannya sebuah pisau. “Akhirnya selesai juga~” Kata Sehun sambil mengusap keringat yang mengucur dari keningnya. Kim Jongin dan Oh Sehun adalah 2 dokter hewan yang bekerja di EXO Petshop milik Suho. Hari ini, mereka membantu seekor kucing yang akan melahirkan. “Ini, ahjussi~ kucing anda melahirkan 8 anak~ Chukkae~” Kata Jongin sambil mengembalikan si kucing dan anak-anaknya kepada sang pemilik. “Ne, kamsahamnida~” Kata sang pemilik seraya pergi meninggalkan petshop. Saat jam makan siang, tiba-tiba, Suho, sang pemilik pet shop datang. “Oh, hyung. Waeyo? Mengapa datang ke sini tiba-tiba?” Tanya Sehun. “Jongin, Sehun, hari ini kalian akan kedatangan pegawai baru untuk menggantikan Soojung.” Kata Suho. “Mwo?! Soojung kemana?!” Tanya Jongin seperti orang panik. “Soojung mengundurkan diri. Ia bilang kepadaku, ia sudah diterima di salah satu agensi dan akan debut segera.” Kata Suho menjelaskan. “Ya sudah, hyung. Silakan panggil pegawai barunya.” Kata Sehun. “Ne. sini, masuk, Tae~ Gwenchanayeo~” Kata Suho sambil memanggil perempuan yang bersembunyi di belakang tembok. Dengan pelan, perempuan itu berjalan langkah demi langkah. “Nah, sekarang perkenalkanlah dirimu~” Kata Suho sambil tersenyum. “Annyeonghaseyo, Shim Taechan imnida. Bangapsumnida~ Dowajuseyo.” Kata Taechan sambil tersenyum. Dag! Dig! Dug! Sehun bergetar. “Omo! Yeppuda~ Aish, aku sudah lama tidak merasakan ini!” Kata Sehun dalam hati. “Kalian juga perkenalkan diri padanya~” Ucap Suho. “Annyeonghaseyo, Oh Sehun imnida! ^^” Kata Sehun bersemangat. “Annyeong, Jongin imnida.” Kata Jongin dengan nada malas, lalu mendadak pergi. “Ayo, Tae, kuajak berkeliling~” Sehun segera menggandeng Taechan, dan mengajaknya berkeliling petshop. Sementara Jongin, dia hanya menggerutu dan melihat Taechan dengan tatapan tidak suka. “Kenapa harus dia? Kenapa harus dia yang menggantikan Soojung? Aku tahu aku pernah melihat dia di suatu tempat, tapi dimana?” Mukanya terlihat familiar.” Kata Jongin dalam hati. Suho pun segera mendatanginya. “Ada apa denganmu, Jongin-ah?” Tanya Suho sambil menepuk pundaknya. “Aniyo, hyung. Sepertinya aku pernah melihat wajah pegawai baru itu di suatu tempat.” Jawab Jongin.

 

 

 

 

Fiuuh, akhirnya selesai juga fanfic EXO pertama saya! 🙂 karena udah dibuat di MS Word jadi updatenya langsung semua~ ^^

Taechan POV

Pagi ini aku terbangun seperti biasa. Hanya saja aku melihat sesuatu yang aneh di langit saat aku bangun. Ada cahaya cepat lewat di langit dan terlihat seperti komet…… Itu apa ya? Sudahlah, mungkin hanya halusinasi. Hari ini, di sekolah, semua murid hanya mengikuti kegiatan classmeeting dan tidak belajar sama sekali. Sudah hampir mendekati hari dimana kami akan menerima rapot untuk naik ke kelas 12. Woohoo! Dan liburan musim panas akan berlangsung lumayan lama. Oh, ya, perkenalkan namaku Shim Taechan. Murid kelas 11 di Seoul Arts High School. Sekolah yang terkenal di Korea Selatan karena disinilah, banyak member idol group yang bersekolah disini. Sekaligus, ini adalah salah satu sekolah yang bagus di Korea, apalagi di Sepulang sekolah, aku dan kedua temanku, Eunhee dan Ara, sedang membersihkan kelas. Aku melihat seorang namja berjalan-jalan di sekitar kelas. Ia tidak menggunakan seragam dan sepertinya aku tidak pernah melihatnya. “YA! Kau! mengapa kau disini?!” tanyaku sewot. “Mwo? Aku hanya berkeliling sebentar~” kata namja itu. “Kau ini siapa? Bisa-bisanya kau masuk ke sekolah tanpa pakai seragam~ kau bukan murid kan?” Kataku. “Taechan, kau berbicara dengan siapa?” tanya Ara dengan muka takut padaku. “Tae, kau baik-baik saja kan? Kau tidak sakit?!” Kata Eunhee sambil memegang keningku. “Mwoya?! Aku tidak sakit! Nan gwenchana~” “Kalau begitu, kau berbicara dengan siapa? Disini hanya kita bertiga~” Kata Eunhee. “Disitu ada namja yang sedang berdi…….ri……” Kataku dan akhirnya aku menyadari kalau……… kakinya tidak menapak pada lantai, jadi ia HANTU!!!!!!!!!!!!!!!!!! Aku segera berlari ke lantai atas sekolah. “Mwoya?! aish, aku mulai diganggu…….. tenang, Tae! Berdoalah!” Tiba-tiba, Hantu itu sudah ada di sampingku. “Ada apa denganmu?” tanyanya dengan santai. “YA!!!!!” Aku segera membaca doa-doa dan mantra aneh yang sering ada di film-film. Entah mengapa hantu ini sepertinya kebal. “Ya! Aku ini tidak murni hantu! Aku masih setengah manusia…….” Katanya, lalu perlahan auranya mulai berbeda dan kakinya menapak pada lantai. “Kau harus membantuku!” “Membantu apa?” Tanyaku dengan pelan. Ada apa dengan Hantu ‘setengah’ ini??

Dongjun POV

“Bantu aku! Kau harus mewujudkan 10 misi yang ditujukan untukku~ Tugas ini dari Departemen Pencabutan Nyawa di Akhirat…….” “MWO?! MICHEOSSEO?!” Yeoja itu berteriak di depanku. Aish, kalau bukan karena kecelakaan itu, aku tidak harus untuk melakukan ini semua~ Namaku Kim Dongjun. Alumni Seoul Arts High School namun itu sudah lama sekali. Aku sudah kuliah di Korean National University Of Arts. 2 Minggu yang lalu, aku mendapat kecelakaan parah. Karena itu aku mendapatkan tugas-tugas dari Departemen Pencabutan Nyawa di Akhirat. Dan mereka sudah memasangkan aku dengan yeoja ini untuk membantuku mengerjakan segala tugas-tugasku. Semua orang belum tentu mau melaksanakan tugas ini. “Jebal! Aku ingin hidup! Bantu aku!” Ucapku sambil berlutut di depan yeoja itu. “YA! Aish, ne, ne, aku akan membantumu!” “Jinjja, gomawo!!!” “Ne, Ne~” “Oh, ya, namamu siapa?” “Shim Taechan~” “Namaku Kim Dongjun~ bangapta! ^^” Inilah hari pertamaku~ menjalani 10 misi yang diutus untukku bersama dengan yeoja ini, Shim TaeChan.

To be Continued

Haaaaa, new fanfic!! mian ya ga jadi bikin yang Heavy Rain~ tapi aku bikin ini! Between a Ghost and a Human~ hope all readers like it~ ^_^



  • 심태찬: heo gyeonghwan juga ganteng kok hehe cuma kalo 7 ini termasuk tinggi gitu, kalo heo gyeonghwan kan pendek huhu :)
  • Caroline: kok ga ada heo gyeong hwan ya?X')
  • Dyah Galih (@dyahlittle): Sohee kayak kembarannya Xiumin :D Kris juga mirip Jerry Yan cool and Sehun mirip Wu chun imut banget!

Categories