Taechan and her mind~

Archive for July 2012

Semua!! 🙂 Aku buka OL Shop. Trusted kok~ Kalau pengen order barang, buka aja Facebook page sama twitternya

 

Twitter : @OMOKpopShop

FB Page : OMO! Kpop Shop

 

 

Nah, ini telepon admin-adminnya~

Advertisements

Be a Boy or a Girl : fanfic pertama yang gue tulis di internet! ^^ Biasanya gue nulis fanfic di buku *demiapaini* dan, castnya adalah Donghae, Yoojin, sama Heechul. Saat itu gue lagi demen banget ama Donghae walaupun bias gue sebenarnya Ryeowook. Gue ga manggil Wookie lagi soalnya begitu dicari di wikipedia, Wookie itu sejenis monyet yang ada di starwars. LOL. ceritanya gue terinspirasi dari liburan sepupu-sepupu gue ke Thailand dan mereka ketemu banyak banci thailand. kekekeke tapi latar ceritanya gue ganti Korea, dan tokohnya jadi cewek yang jadi cowok. Agak sedikit terinspirasi juga sih sama You’re Beautiful dan Coffee Prince.

I Love You My Teacher : fanfic tentang maknae SJ, Kyuhyun. Inspirasinya dari…… sekolah hahahahaha 😛 well, ada inspirasi di sekolah dan gue modifikasi lagi *cieee bahasanya* jadi sebuah fanfic kekeke well sebenarnya gue udah pernah nulis fanfic ini dibuku, tapi begitu ditulis di internet, emang sedikit ada perubahan.

Between Me or him : ini gue lagi demen banget ama MVnya DBSK yang Before U Go haha. sama lagi demen juga sama Kyuline. Terinspirasi dari MV Before You Go sendiri. Sisa ceritanya gatau dari mana hehehe. Fanfic ini termasuk yang singkat yang gue buat.

My Little Brother : fanfic yang gue buat berdasarkan tugas sekolah. Awalnya buat tugas bahasa inggris yang disuruh bikin cerita dan nyatanya gue bikin fanfic. Setelah tugas selesai, fanficnya gue rubah jadi bahasa Indonesia. Well, agak lack dan pendek soalnya emang dasarnya cerita itu pendek banget dan ini cuma ditambah-tambahin doang 😛

Letter : the best fanfic i ever write!! Jujur, ini fanfic yang paling gue suka dari puluhan fanfic yang gue buat entah dibuku ataupun di wordpress. Inspirasinya…….. yang pasti film-film sedih. Ini fanfic teen top pertama gue. Oh plus juga ini pertama kalinya gue pake Taechan jadi seluruh nama tokoh fanfic gue which it’s mean gue menggunakan nama korea sendiri jadi tokohnya hehehe. Tokohnya itu…… the most handsome bias, Changjo!! 😀

One Day with Them : fanfic yang khusus gue persembahkan kepada temen-temen gue, Teen Top Family. Dapet isi fanfic ini waktu lagi tidur atau lebih tepatnya mimpi. HAHA sedikit tersendat waktu bikin part gue dan changjo hahah malu banget.

My Animal Doctor : fanfic EXO pertama gue! yeay! tadinya mau pake Sehun jadi main castnya. Apa daya Sehun ga bisa ngasih inspirasi. Dia malah ngasih inspirasi yaoi sama Luhan hahaha. Kali ini bikin EXO-K dulu, soalnya fanfic EXO-M masih dalam proses pemikiran hehehe. Inspirasi gue dapetin waktu main sama anjing oma gue di Malang. Trus pulangnya tiba-tiba kepikiran Kai pake jas dokter. Jadilah fanficnya hahaha LOL

Di rumah sakit, Taechan hanya bisa menangis. Dia benar-benar tidak tahu Jongin sakit apa. “Sabar, Tae………” Kyungsoo menenangkan Taechan. “Aku mencoba, Kyungsoo. Tapi……… entah aku terpikiran Jongin.” Ucap Taechan. Dia sangat sedih. Tiba-tiba, dokter pun keluar. “Dokter, apa yang terjadi dengan Jongin?!” Tanya Taechan. “Anda tidak tahu? Dia menderita leukemia sejak lama.” Kata dokter. Taechan terbelalak. “Mengapa……… ia tidak pernah memberitahuku?” Taechan bergumam dalam hati. “Oh, ya, Jongin-ssi telah siuman. Dia mencari Sehun~” Kata sang Dokter, lalu berjalan pergi. Sehun pun masuk ke ruang UGD. “Jongin……” Jongin pun terbangun. “Sehun?” Tanyanya pelan. “Ne, ini aku. Kenapa kau memanggilku?” Tanya Sehun. “Hun, aku punya 1 permintaan untukmu.” Katanya rintih. “Mworago?” “Tolong…… saat aku pergi nanti, menikahlah dengan Taechan.” Sehun terbelalak. “Tapi……… Jongin, dia yeojachingumu~” “Aku tidak bisa menemaninya secara fisik, Hun. Dan, aku tidak mau membiarkannya menjadi perawan tua. Aku juga tidak bisa membiarkan sahabatku menjadi bujangan tua.” Kata Jongin sambil tersenyum. “Jebal…… lakukanlah ini untukku, Hun~” Pinta Jongin. “Okay, okay. Ini karenamu, aku melakukannya.” Kata Sehun. “Gomawo, Hun. Tolong panggilkan Taechan ya~” Kata Jongin. Sehun pun segera keluar dan memanggil Taechan. “Tae, Jongin mencarimu.” Kata Sehun. Taechan pun segera masuk ke ruang UGD. “Jongin………” Taechan segera mendekati Jongin, sambil menghapus air matanya. “Hey, waeyo? Uljima, Tae…” Jongin menghapus air mata di pipi yeojachingunya itu. “Kenapa memanggilku?” “Tae, aku punya 1 permintaan untukmu.” “Permintaan apa?” “Tolong, menikahlah dengan Sehun.” Taechan sangat kaget. “Aku tidak bisa, Jongin. Mengapa kau menginginkannya? Kau namjachinguku!” “Tapi aku akan pergi, Tae~ Aku tidak bisa menjagamu secara fisik~” Kata Jongin rintih. “Jebal, Tae………” Taechan pun menitikkan air mata. “Okay~ Aku akan melakukannya. Demi kamu, Jongin~” Taechan tertunduk. Dan, perlahan, Jongin menutup matanya. “Jongin, Jongin, Jongin!!!!” Taechan berusaha membangunkan Jongin, tapi tetap saja. Jongin sudah pergi. “Jongin!!! Kenapa kau begini?! IREONA!!! IREONA, PABO!!!” Taechan terus berteriak menangisi Jongin. Teman-temannya masuk dan menghiburnya. “Tae, biarkan Jongin tenang di sana~ Jangan biarkan ia terganggu dengan kesedihanmu.” Sehun memeluknya dari belakang. Taechan tetap menangis, dan menangis. Ya, memang sulit saat kita kehilangan seseorang yang kita cintai. But, life goes on and we have to move on. Hidup memang berat, tapi harus dijalani. 1 tahun setelah meninggalnya Jongin, Taechan sudah mulai bisa menerima segalanya. Dan, Sehun pun melamarnya. Mereka menikah 6 bulan kemudian dan memiliki 2 anak. Yap, that’s what you called Life goes on.

 

 

 

sorry banget ya endingnya gantung-gantung begitu 😦 agak susah memang memikirkan endingnya karena aku gamau endingnya mirip sama Letter~ please understand yaaaaa ^^

Hari itu, mereka semua pulang ke Seoul. Perjalanan memakan waktu 14 jam. Jadi, mereka terpaksa untuk tidur di pesawat. Baekhyun dan Chanyeol duduk bersama. Suho duduk bersama Kyungsoo. Sehun duduk bersama seorang turis lain. Taechan dan Jongin duduk bersama. “Wajah Jongin sangat pucat. Ada apa dengannya?” Tanya Taechan dalam hati ketika melihat wajah Jongin saat ia tertidur. Taechan langsung memegang kening Jongin. “Omona! Aigoo, Jongin, kenapa kau sakit lagi?!” Taechan segera mengambil plester dingin di tasnya, lalu memasangkannya pada kening Jongin. “Jongin, ireona. Kau sakit lagi~ Mau minum obat?” Tanya Taechan pelan pada Jongin. “Aniyo,Tae~ aku sangat lelah aku tidak tahu kenapa.” Katanya lesu. “Jongin, tapi kau berkeringat dingin~ Ada apa denganmu?” Tanya Taechan. “Aku tidak apa-apa, Tae~ Percayalah~” Kata Jongin sambil memegang tangan Taechan. “Aigoo, aku tidak bisa memaksamu lagi. Ya sudah kalau kau tidak mau~” Kata Taechan. Selama 14 jam perjalanan ke Seoul, Taechan sama sekali tidak bisa tidur. Seakan ada sesuatu yang mengganggunya. Berhubungan dengan Jongin? Ya. Saat tidur, tiba-tiba kepala Jongin terkena kaca pesawat. “Auuuu……” Jongin merintih. “Omona, gwenchana?” Tanya Taechan sambil melihat daerah kepala Jongin yang terkena kaca. “Mengapa langsung memar? Ini hanya terjedot kaca dan tiba-tiba langsung menjadi memar? Aneh~” Taechan bergumam dalam hati. Malam itu, banyak keanehan yang ditunjukan Jongin. Contohnya, ia tiba-tiba merasa nyeri dengan tulang punggungnya, batuk selama tidur, mulai muncul bercak merah-merah di lehernya. Akhirnya, mereka pun hampir sampai di Seoul. “Jongin, ireona~ kita hampir sampai~” Taechan membangunkan Jongin ketika mereka hampir sampai di Seoul. Namun, Jongin tidak kunjung bangun. “Jongin, Jongin, ireona~ Ireona!” Taechan mulai berteriak, tapi Jongin tak kunjung bangun. Sampai, darah mengucur dari hidung Jongin. “Jongin!!!!” Mereka semua mulai panik. Suho dan Kyungsoo pun segera menghubungi pilot pesawat agar mereka menelpon ambulan agar datang cepat ke bandara. Sesampainya di bandara Kimpo, Jongin langsung dibawa ke rumah sakit dengan ambulan.

2 Minggu setelah acara minta maaf itu, mereka bertujuh pergi liburan ke Hawaii. Di sana, mereka sangat bersenang-senang. Entah bermain-bermain di pantai Papakolea yang berpasir hijau, atau membeli oleh-oleh di toko-toko cinderamata. Dua Happy Virus mereka, Baekhyun dan Chanyeol sangat senang bermain di pantai. Suho, Taechan, dan Kyungsoo sibuk membeli cinderamata untuk kerabat-kerabat mereka di Korsel. Jongin bermain voli dengan beberapa pria. Sementara, Sehun mengunjungi peramal terkenal di Hawaii. Sehun pun duduk di ruangan penuh lampu berwarna ungu, merah, dan biru milik sang peramal. “Apa yang ingin anda tanyakan?” Tanya sang peramal sambil menutup mata. Sehun mulai menanyakan banyak hal. Mulai dari karirnya, waktu berjalannya petshop, karir teman-temannya, jodoh Baekhyun, Chanyeol, Kyungsoo, dan Suho. Untungnya, ia sudah membawa foto mereka masing-masing. Dan, Sehun pun bertanya mengenai dirinya, Jongin, dan Taechan. “Peramal, apa yang akan terjadi dengan hubunganku dan Taechan?” Tanya Sehun sambil memberikan foto Taechan. Peramal melihatnya sejenak. “Hmm…… kalian akan mengalami hubungan yang baik.” Katanya tenang. “Kalau, Taechan dengan Jongin?” Tanya Sehun sambil menyodorkan foto Jongin. Ketika meraba foto itu, sang peramal terbelalak. Ia memegangi dadanya yang kesakitan. “Peramal! Peramal!” Sehun langsung mendekati peramal itu. “Peramal, anda tidak apa-apa?!” Tanya Sehun panik. “Bukan aku yang sakit. Tapi temanmu.” Katanya terengah-engah. “Mwo?!” Sehun terbelalak. “Ya. Jongin atau siapapun, temanmu itu, dia sakit. Dia sakit leukemia~” “Mwo?!” Sehun menutup mulutnya yang terbuka. Ia benar-benar tidak percaya. “Apa Jongin sudah tahu?” Tanya Sehun. Peramal hanya mengangguk. Sehun pun segera pergi dari tempat peramal. “Apa yang dikatakan peramal itu benar? Apa Jongin memang sakit?” Tanyanya dalam hati. Ia segera mendatangi teman-temannya. “Sehun, kau kenapa? Mukamu seperti orang takut.” Tanya Jongin sambil menepuk pundak Sehun. “A-a-aniyo. Aku tidak apa-apa~ Tadi aku pergi ke peramal lalu dia mengatakan sesuatu yang membuatku takut.” Kata Sehun gelagapan. “Kekekeke, kau ini! Peramal kau percaya!” Kata Jongin sambil tertawa.

“Omona, Jongin!!” Jongin, dengan tubuhnya yang basah kuyup dan mabuk. “Jongin, ireona! Pabo, ireona!” Kata Taechan sambil memegang wajah Jongin, dan menggoyang-goyangkan tubuhnya. “Omona, Taechan, jadi dia Jongin?” Tanya ahjumma. “Ne, ahjumma. Apa yang dia pesan?” “3 botol soju 70%. Dia sangat mabuk, Tae. Kau harus membawanya pulang.” “Ne. Ahjumma, aku pulang dulu.” Taechan segera pulang sambil merangkul Jongin. Beruntung, Shim ahjussi sudah pindah ke Mokpo dan bekerja menjadi nelayan. Sesampainya di rumah, Taechan segera mengganti baju Jongin yang basah dengan baju Shim ahjussi yang tersisa di rumah, lalu mengeringkan rambutnya dengan handuk. “omona, badannya panas. Aish, pabo, kenapa kau lakukan ini pada dirimu sendiri?” Badan Jongin panas karena kehujanan. Taechan segera menyiapkan air hangat dan handuk kecil untuk mengompres kening Jongin. Ketika ahjumma pulang, “Taechan… kau akan menjaganya?” Tanya ahjumma sambil menurunkan tasnya. Taechan mengangguk. “Ne.” “Jangan sampai sakit, Tae. Ahjumma tahu, kau ingin menjaganya.” “Araseo, ahjumma.” Semalaman, Taechan tidak tidur. Ia mengompres kening Jongin dan menunggunya sampai bangun. Terkantuk-kantuk dan harus minum kopi, itu pasti. Tapi, Taechan bukan orang yang gampang menyerah. Pagi hari, ia membuat bubur jagung untuk Jongin. Walaupun masih ngantuk, ia harus melakukannya. Ahjumma pun sudah berangkat ke kedai soju. Ketika ia sedang memasak, tiba-tiba Jongin bangun. “umm…… aku dimana?” kata Jongin dalam hati. “Rumah ini……” Dan ia melihat perempuan di dapur. Sekejap, Jongin memeluknya. “Taechan………” Jongin berbisik di telinga Taechan. Suara tangisan kecil terdengar dari mulutnya. “Mianhae……” Kata Jongin pelan. “Aniyo. Aku yang seharusnya bilang Mianhae~ aku yang salah.” Kata Taechan sambil menangis pelan. Jongin pun mempererat pelukannya, membuat Taechan semakin sesak. “Aniyo. Aku yang salah! Aku yang tidak bisa hidup tanpamu! Selama aku bekerja sendirian di petshop, aku memikirkanmu. Tapi berusaha menolak apa yang ada di dalam pikiranku. Aku memang salah.” Hati Taechan semakin bergetar. Tangisnya semakin kencang. “Berbaliklah.” Kata Jongin pelan. Ketika Taechan berbalik… “Cup!” Jongin menciumnya tepat di bibir. Taechan awalnya kaget, namun dengan menutup matanya. Hatinya benar-benar bergetar dengan hangat saat itu. Jongin melingkarkan tangannya di pinggang Taechan. Dan, Taechan melingkarkan tangannya di leher Jongin. Menariknya agar ciuman itu semakin dalam. Jongin pun langsung memeluknya erat. “Aku tidak mau kehilanganmu. Aku memang keras kepala, karena menolak fakta kalau aku membutuhkanmu.” Kata Jongin sambil membelai kepala Taechan. Taechan pun hanya tersenyum kecil. “That’s my girl~ Aku cinta senyummu~” Kata Jongin. “Dan, aku yakin kau merindukannya.” Kata Taechan sambil tersenyum. “kekekeke~” Jongin hanya tertawa malu. “Aish, kau sebaiknya istirahat dulu. Aku masih memasak buburmu~” Kata Taechan sambil mencubit hidung Jongin. “Ne, arayo, Tae~” Kata Jongin, sambil pergi menuju ruang tengah. “Semalam, aku pasti sangat mabuk ya?” Tanya Jongin sambil berbaring di sleeping bed. “Ya, begitulah. Dan kau juga sakit. Badanmu sangat panas.” Taechan menjawab sambil membawa 2 mangkok bubur jagung. “Selamat makan!” Ucap keduanya. Mereka pun makan dengan lahap. “Oh, Jongin, aku ingin kau menemui seseorang.” Kata Taechan. “Nugu?” “Nanti kau pasti tahu. Aku harus mandi dulu!” Kata Taechan sambil berlari ke kamar mandi. “Kekekeke nae pabojiman yeppeo yeoja~”Kata Jongin sambil tertawa melihat Taechan lari pontang-panting ke kamar mandi. Taechan pun segera mandi dengan cepat, disusul Jongin yang mandi, lalu memakai baju milik Shim ahjussi. “Kita akan kemana?” Tanya Jongin. “Ke tempat kita seperti biasa.” Kata Taechan. “Petshop? Kenapa kita kesana?” “Tadi sudah kubilang, kita akan menemui seseorang.” Jongin benar-benar clueless mengenai siapa yang akan ditemuinya dan Taechan. Padahal, sebenarnya, jawaban itu sudah jelas. Hanya saja kadang ia sering lupa dan tidak sadar. Dan, sesampainya di petshop……… “Annyeong, Jongin~” Baekhyun? Kyungsoo? Chanyeol? Suho hyung? Tae, kau mengajakku bertemu mereka?” Tanya Jongin kebingungan. “Aniya, Jongin. Kita memintamu bertemu dia.” Dan, langkah-langkah itu terdengar. “Se-Se-Sehun?!” Jongin terbelalak. Sehun, dengan wajah dinginnya, menatap Jongin. Jongin langsung mendatanginya. “Mianhae………” Katanya pelan. “Nado……” Sehun tertunduk. “Jadi, kita masih sahabat kan?” Tanya Jongin sambil meninju lengan Sehun. “Dangyeonhaji!” Balas Sehun. “Kekekeke aku lega kita semua sudah berbaikan lagi.” Kata Jongin sambil tertawa.

Esok harinya di rumah Suho……… “Hyung, aku dan Taechan meminta cuti.” Kata Sehun pelan. “Ne, aku mengerti. Masalah kemarin memang sulit untuk kita semua.” Kata Suho sambil meminum kopinya. “Apa yang harus kulakukan, hyung?” Tanya Sehun sambil bersandar pada sofa. “Kau harus ikuti apa yang kau yakini benar. Percayalah, suatu hari nanti, Jongin akan luluh.” “Tapi suatu hari nanti itu kapan, hyung?” “Percayalah, Sehun. Ini hanya akan berlangsung sebentar. Bahkan, hanya dengan Jongin pergi ke petshop, ia pasti akan rindu segalanya.” Hari itu, Jongin pergi ke petshop. Karena Taechan dan Sehun tidak ada, maka Baekhyun yang membantunya. Jongin merasa sangat sepi disana. Tidak ada Sehun yang biasanya membantu Jongin mengambil pisau dan alat-alat lain. Dan, yang paling ia rindukan. Taechan yang selalu disamping. Entah, apapun yang Taechan lakukan, Ia merindukan itu semua. Entah memakan seporsi ramyeon, menggendong anjing, grooming, menari-menari di ruangan perawatan bersama anjing, dll. Jongin memasang poker face. Ia memang kelihatan biasa saja, tapi di hatinya, segalanya ingin ia luapkan. Ia rindu Taechan. Itu satu hal yang pasti.

Dan, sudah hampir 1 bulan, Jongin bertahan dengan poker facenya itu. Kali ini, dia tidak tahan. Ia benar-benar gila. Ia rindu Sehun. Dan, Ia rindu Taechan. “Aish, tidak sepantasnya aku merindukan perempuan itu.” Ucap Jongin tiap kali ia rindu. Tapi, percuma saja. Itu tidak mampu mengalahkan rasa rindunya. Bahkan, memori-memori itu semakin kuat menghiasi otaknya. “Kau pasti rindu mereka, kan?” Tanya Baekhyun. “Mwo?! Neon micheosseo?!” “Jongin, aku bisa membaca wajahmu. Walaupun kau poker face, tapi ada garis di wajahmu yang mengatakan ‘aku rindu’.” Ucap Baekhyun sambil merangkul Jongin. “Aish, aku tidak tahu apa yang terjadi denganku. Sepertinya aku butuh relaksasi.” Kata Jongin. Dan……… ia pergi ke kedai soju di saat hujan dan itu membuat tubuhnya basah kuyup. Bodohnya, ia tidak tahu itu kedai soju milik Shim ahjussi. Untung yang melayaninya adalah ahjumma (yang tidak tahu wajah Jongin seperti apa). Begitu Taechan kembali setelah mengantar pesanan pelanggan………… “Omona, Jongin!!”