Taechan and her mind~

Archive for March 2012

Advertisements

Korean ver :

 

Chinese ver :

Readers, bakal ada 2 fanfic terbaru!!! Fanfic ini akan dibintangi oleh ZE:A dan Infinite~ ZEA Style and Inspirit, please stay tune! 🙂

 

1. Between a ghost and a human (ZE:A Fanfiction)

Main cast : Dongjun, Taechan, Hyungshik, all ZE:A members

 

2. Heavy Rain (adaption from a PS3 game, Infinite fanfiction)

Taechan, Woohyun, Sungkyu, L, Sungyeol, dll.

 

Stay tune, chingu! 🙂

“Jonghyun, kau ingat saat aku mengomel padamu karena hanya kau yang menjagaku selama 3 hari? Mianhae… saat itu aku juga ingin bersama yang lain… Gomawo ya dulu kau membantuku keluar dari rumah sakit! Aku sangat bosan di rumah sakit~ Aku senang saat kau menciumku di Jinan~ kkkk. Bulgoginya enak ya? Aku bahkan tidak sempat mencicipi bulgoginya. Aku juga masih ingat saat kau mengajakku ke SBS dan akhirnya aku bertemu dengan oppaku, juga Minwoo… Sebenarnya, aku sangat sedih saat kau memarahiku… Aku tahu, aku salah karena tidak memberitahumu kalau aku akan pergi ke dorm oppaku. Mianhae, Jonghyun…. Jonghyun, mianhae kalau aku tidak bisa menemanimu lagi, bersamamu lagi. Aku harus pergi duluan ke suatu tempat dimana kau tidak akan melihatku. Gomawo ya Jonghyun, kau yang menjagaku selama 6 bulan belakangan ini. Aku pasti akan rindu segalanya tentangmu… wajahmu, tarianmu, suaramu, senyumanmu, kata-katamu~ Percayalah, Jonghyun, yongwonhi saranghaeyo… Kau juga harus janji, kalau aku pergi, jangan sekalipun mengeluarkan airmatamu… Itu sangat berharga, Jonghyun~ dan kalau kau sedih terus, aku tidak akan pernah tenang… Jonghyun, aku mencintaimu selamanya. Suatu hari nanti, pasti kita akan bertemu di tempat yang sama. Saranghaeyo, nae namja,Choi Jonghyun.

P.S : Jangan lupa buka laci bawah di lemari samping tempat tidurku di ruangan 1611. Ada hadiah untukmu.”

 

Changjo tak berhenti menangis membaca surat dari Taechan. Ia sangat mencintai Taechan. Ia tak mampu melaksanakan permintaan Taechan agar dia tidak menangis. Changjo segera berlari ke ruangan Taechan, membuka laci di samping tempat tidur. Betapa terkejutnya Changjo, melihat hadiah yang Taechan berikan…. Sepatu putih bergaris hijau yang sangat ia suka. Ia bahkan sudah tidak ingat tentang sepatu itu, tapi Taechan masih ingat. “Taechan….saranghaeyo….” Kata Changjo pelan dalam tangisnya~ Minwoo dan Hyunseong juga membaca surat untuk mereka….

 

“Oppa!! Ish, aku baru bertemu oppa setelah 3 bulan -,- Oppa, masih ingat saat kita kecil, kita selalu bermain di rumah pohon dengan member Boyfriend~ dengan Hyechan onni juga! Saat kita kecil, kita selalu ke sekolah bersama karena Hyechan onni sudah masuk SMP~ Kau adalah oppa yang paling dekat denganku, tapi begitu kau sibuk dengan Boyfriend, Hyechan onni lebih sering merawatku. Oppa, jaga baik-baik halbae kalau aku pergi. Ia sudah tua. Umurnya sudah hampir 75 tahun. Kau juga harus jaga dirimu. Aku dan Hyechan onni tidak bisa merawat kalian lagi seperti dulu~ aku juga sudah tahu penyebab meninggalnya Hyechan onni. Kecelakaan kapal itu mungkin sudah mengirimkannya pergi. Mungkin suratku untukmu tidak sepanjang suratku untuk Jonghyun, tapi Oppa, uljimalayo! Aku berdoa untukmu dan Boyfriend selalu. Saranghae, nae oppa, Shim Hyunseong. Aku tidak membelikanmu hadiah, mianhae ya~”

 

“Minwoo! nae chingu! Minwoo, kau tahu tidak, aku kangen sekali padamu…. 11 tahun yang lalu, kau tahu tidak? Ketika kau pergi, aku hanya bisa menangis di pelukan kakakku dan mengumpat segalanya yang jelek dibelakangmu~ Aku ingat kau selalu melindungiku dari kenakalan Jo Twins~ Kau juga pernah menolongku saat aku jatuh dari rumah pohon~ Kau juga selalu menghiburku dengan tarianmu jika aku sedang sedih~ No Minwoo, gomawo~ Mianhae kalau aku tidak bisa membalas kebaikanmu saat kita kecil. Minwoo, aku baru bertemu denganmu setelah 11 tahun kita tidak bertemu~ Walaupun baru bertemu denganmu 3 bulan belakangan ini, aku jadi rindu masa-masa saat kita kecil, apalagi saat kau mengajakku ke Lotte World. Minwoo, jangan pernah berhenti menari. Aku berdoa untukmu dan Boyfriend. Saranghaeyo, nae chingu, No Minwoo~”

 

Air mata keduanya pun langsung jatuh. Hyunseong pun segera masuk ke ruang operasi, menyusul halbaenya yang masih memeluk dan menangisi Taechan. “Halbae….” “Hyunseong, mianhae….” “Gwenchana, halbae. Halbae sudah berusaha dengan keras. Dan, Taechan lebih baik begini daripada ia harus menderita menanggung penyakitnya~” “Ne, halbae tahu…” Lalu mereka berpelukan~

 

 

53 tahun kemudian….

Author POV

“Oh, annyeonghaseyo, Jonghyun-sshi~ Kau mau menjenguk?” Tanya Gunwoo, penjaga kuburan yang masih muda pada seorang lelaki tua paruh baya yang berjalan dengan tongkatnya, membawa sebuket bunga, mengenakan jaket, kemeja, dan celana hitam, serta sepatu putih bergaris hijau yang sudah jelek dan tua. “Ne~” Yap, lelaki tua itu adalah Changjo. Changjo mengunjungi makam Taechan, tepat di hari ulang tahun Taechan yaitu 29 Mei. Changjo menaruh sebuket bunga mawar berwarna ungu di makam Taechan, lalu berdoa sejenak. Selesai berdoa, ia menaruh sebuah surat di makam Taechan. “Gunwoo, suratnya jangan dibuang ya~” Kata Changjo seraya berjalan pergi dengan tongkatnya. Setelah Changjo pergi, diam-diam Gunwoo membuka dan membaca surat itu. “Waktu itu, appa pernah berpesan padaku, jangan pernah membuang suratnya~ Ah, aku akan membacanya~ Kenapa dengan surat ini? Apa yang membuat surat ini tidak boleh dibuang?” Tanya Gunwoo dalam hati. Perlahan, ia membaca surat tersebut.

 

“Annyeong, Tae~ Bagaimana kabarmu? Bogoshipoyo~ Tae, aku kangen padamu. Aku tidak tahu sampai kapan aku harus menunggu waktu untuk bisa bertemu denganmu. Tae, mianhae kalau aku tidak bisa mengambulkan permintaanmu. Aku benar-benar tidak bisa menahan tangisku ketika kau pergi. Aku sempat down dan tidak mau syuting saat Teen Top harus syuting ke Jinan. Aku terus terpikir kegiatanku bersamamu. Taechan, aku sangat suka sepatu yang kau belikan. Aku memakainya sampai sekarang, walaupun sudah tua dan jelek. Tae, aku kangen bulgogimu, seandainya kau masih disini, aku masih bisa menikmati bulgogi yang kau masak sendiri. Sekarang, aki tidak pernah makan daging lagi karena aku sudah menjadi vegetarian selama 10 tahun belakangan ini. Tae, sekarang sudah 53 tahun kau pergi. Aku hanya menjadi pelatih tari setelah satu per satu member Teen Top mulai menyusulmu. Oppamu dan Minwoo mengalami kecelakaan mobil sekitar 20 tahun yang lalu dan halbaemu meninggal 5 tahun setelah kau meninggal. Tae, pasti kau sudah bertemu dengan mereka lagi. Hanya tersisa aku disini. Tae, kau tahu tidak? Aku memutuskan untuk tidak menikah selama hidupku. Dan sampai sekarang, aku hanya hidup sendiri bersama seorang muridku, Kim Jongin~ Aku hanya bergantung hidup dari menjadi pengajar tari dan pencipta lagu. Kadang, aku masih sering menyanyi di TV~ aku tetap tinggal di dorm Teentop~ Aku membawakanmu bunga mawar ungu, Tae. Itu bunga favoritmu~ Aku pulang dulu ya, semoga kau tenang di sana. Saranghaeyo, nae yeoja, Shim Taechan.”

 

Sekarang, Gunwoo pun mengerti mengapa ia tidak boleh membuang surat itu. Ia pun juga tidak berencana untuk membuangnya. “Beristirahatlah yang tenang, Taechan-sshi. Jonghyun-sshi sangat mencintaimu…” Kata Gunwoo dalam hati.

 

 

The End

Tags: