Taechan and her mind~

Archive for February 2012

Changjo POV

“Jonghyun!” Panggil Ricky ketika aku baru sampai di Rumah Sakit Seoul. “Hyung, Taechan eotteokhae?” Tanyaku pada Hyunseong. “Taechan belum siuman. Tadi dia pingsan saat kami sedang menonton film. Sudah 4 jam dia belum sadar.” Aku langsung masuk ke ruangan 1611, sementara yang lain menunggu Taechan siuman di luar ruangan. Aku membelai kepala Taechan dengan lembut. “Taechan….” Tiba-tiba, Taechan siuman. “Tae, kamu sudah sadar?” Kataku sambil memegang wajah Taechan. “Umm… aku dimana?” “Kau ada di Rumah Sakit Seoul, Tae~ Tadi halbae, hyungmu, Minwoo, dan  yang lain membawamu ke sini. Kamu sudah tidak sadar sejak 4 jam yang lalu.” “Neh? Oh, ya, Jonghyun, kau sudah pulang?” “Ne, dan. kau tahu, Tae?! Aku menang juara 1!!!” “Jinjja?! Chukkaeyo!!!” Tachan menaikkan badannya dan memelukku dengan erat. “Chukkae, Jonghyun!” “Sekarang giliranmu!” “Neh? Maksudnya?” Aku mencium kening Taechan. “Jonghyun….” “Waeyo?” “Tadi itu apa?!” “Faktor keberuntunganmu! kkkkk” aku cekikikan sementara Taechan hanya cemberut. Aku mendekati wajah Taechan. “Jonghyun, waeyo?” Cup! Aku mencium tepat di bibirnya. Taechan hanya terdiam. Tangannya memegang kedua lenganku. Sementara tanganku hanya memegang wajah Taechan. “Ya!! Itu apa lagi?!” “Cepat sembuh, Tae….” Sejenak, kata-kataku membuat Taechan sedikit menyesal telah memarahiku seperti itu kkkkk. “Mian….” Taechan tertunduk. “Ne, ne~” Tiba-tiba, yang lain langsung masuk ke ruangan. “TAECHAN!!!!!” Mereka berteriak serempak. Kami semua mengobrol sekitar 2 jam sampai jam 11 malam~ “Tae, kami pulang dulu, ya!” Kata semua member Boyfriend. “Tae, jaga kondisimu baik-baik ya~ Halbae pasti merawatmu~ Besok, oppa akan pergi” Kata Hyunseong hyung sambil memegang kepala Taechan. “Ne, Ne, oppa~” “Annyeong!!” Semua member Boyfriend pun pulang ke dorm mereka. “Minsoo oppa, ijinkan Jonghyun menginap di sini, ya~” Taechan memohon pada Minsoo hyung. “NEH?!” Aku sontak kaget mengenai permintaan Taechan. “Tae, tapi Jonghyun kan baru pulang dari Jepang~” Chanhee hyung khawatir padaku. “Gwenchana~ Dia kan juga istirahat di sini. Aku tidak akan mengganggunya tengah malam~ Janji!” Kata Taechan. Minsoo hyung pun mengalah. “Ne, ne~ Aku ijinkan deh~” Yang lain hanya geleng-geleng melihat Taechan yang senyum-senyum sendiri setelah Minsoo hyung mengijinkannya mengajakku menginap di Rumah Sakit. Tae, Tae….

Taechan POV

Woohoooo! Akhirnya, aku bisa mengajaknya menginap di rumah sakit. Aku seperti deja vu mengingat kejadian 6 bulan lalu ketika eonniku mengirim surat kepada Teen Top dan Jonghyun datang sendirian ke kamarku. “Taechan, masih ingat kejadian 6 bulan lalu?” Tanya Jonghyun padaku tiba-tiba saat ia sedang tiduran di sofa. “Ne. aku seperti deja vu~” “Nado…. Hanya saja, sikap kita satu sama lain sudah berubah…” “Maksudnya?” “Kau dan aku sekarang…. dulu kan kita berantem, sekarang….” “Ne, aku tahu. Hanya saja, aku rindu saat 6 bulan lalu…” “Seperti ini?” Jonghyun hampir memukulku. “Ya! Seperti ini juga?!” Aku memukulnya seperti dulu. Dan, aku baru merasa kalau pukulanku termasuk keras kkkkk. Kami mengambil bantal dan mulai dengan Pillow Fight. “Auuu…” Jonghyun menimpa badanku. Aku tertawa kecil. Tidak seperti dulu, aku mengomel saat ia menimpa badanku. Entah kenapa, Jonghyun malah berguling dan tidur di tempat tidurku. “Jonghyun, kau tidur di….” “Aniyo! Aku tidur di tempat tidurmu~ Ne?” aku belum menjawab iya, tapi Jonghyun sudah menarikku dalam pelukannya. “Jonghyun, aku kan belum bilang Ne!” “Kau kan mau tidur denganku seperti ini kkkkk.” Ucapnya sambil mengacak-acak rambutku.” “Ah, ya sudah. Aku biarkan kau memelukku sampai pagi.” “Tidurlah di pelukanku, Tae. Aku akan menjagamu~” Kata Jonghyun mempererat pelukannya. “Jonghyun, aku….. gomawoyo…..” “Ne~”

Author POV

“Jonghyun….” Kata Taechan pelan sambil membenamkan kepalanya di dada Changjo. “Waeyo, Tae?” “A…a… aku merasa aku sudah tidak kuat lagi~” “Neh? Maksudnya?” “Kau kan tahu penyakitku ini, Jonghyun~ aku… aku tidak kuat lagi menahannya~” “Ya! Shim Taechan!” Changjo segera meraih wajah Taechan. “Kau ini, Tae! Jangan pesimis, dong! Kau harus percaya kalau kau ini kuat!” “Aku tahu….” Namun, perasaan Taechan tidak enak. Ia merasa bahwa ini saatnya untuk dia pergi. Malam itu, setelah Changjo sudah tidur, Taechan segera bangun dan mengambil 3 kertas, menuliskan sesuatu….. Paginya….. “Umm…” Changjo terbangun dari tidurnya. Disampingnya, Taechan masih tidur dengan….. hidung mimisan dan muka pucat! “Tae, Taechan!” Changjo menggoyang-goyangkan tubuh Taechan, namun Taechan tidak merespon sama sekali. “Taechan!!” Padahal operasi baru akan dimulai pukul 10.00 pagi dan sekarang masih jam 8:00! Changjo langsung menggendong Taechan ke ruang operasi. Di ruang operasi, halbae sedang mempersiapkan alat operasi. Dengan tergopoh-gopoh menggendong Taechan dan membawa infus, Changjo langsung berlari ke ruang operasi. “Halbae! Halbae!” Shim halbae sangat kaget mendengar teriakan Changjo. “Jonghyun-ah, Taechan waeyo?!” “Molla. Muka Taechan sangat pucat jadi aku bawa ke sini.” Halbae memeriksa keadaan Taechan. Mata halbae terbelalak. “Jonghyun-ah, halbae harus memulai operasinya sekarang. Keadaan Taechan parah sekali!” “Mwoya?! Ya sudah, halbae, aku akan menelfon yang lain.” Changjo segera menelfon seluruh member Teen Top dan Boyfriend. Dalam waktu 20 menit, mereka sudah sampai di Rumah Sakit Seoul. “Jonghyun-ah, bagaimana keadaan Taechan?!” Tanya Hyunseong dengan panik. “Mollayo, hyung. Tadi pagi, mukanya pucat sekali dan ia mimisan. Kata halbae, kondisinya sangat parah.” Wajah semuanya langsung muram. “Duduklah, Jonghyun-ah~ Taechan akan baik-baik saja~” Kata Jeongmin sambil duduk di kursi rumah sakit. “Aniyo, Jeongmin hyung. Aku…aku sangat panik, hyung!” Changjo hanya mondar mandir, memikirkan sesuatu di otaknya. Baru 10 menit operasi berjalan, ada seorang perawat keluar dari ruang operasi. “Perawat, bagaimana keadaan Taechan?!” Tanya Changjo langsung menghampiri perawat itu. “Keadaan Taechan-sshi….. sangat parah…. Itu sebabnya, saya ingin memberitahukan kalian mengenai hal ini…” Changjo menutup wajahnya, ia tak mau terlihat menangis. Sementara yang lain hanya bisa tertunduk sedih, tak mampu berkata apa-apa lagi. Perawat itu langsung masuk lagi ke ruang operasi. “Taechan, kau harus kuat~ Aku mendoakanmu dari sini~” Kata Changjo dalam hati. Selama 4 jam, tanpa minum, tanpa makan, Changjo menunggu Taechan dengan setianya. Beberapa member sudah pulang karena ada schedule lain. Di rumah sakit hanya ada Hyunseong, Changjo, dan Minwoo. Tiba-tiba, 5 orang perawat yang membantu halbae dalam operasi keluar dari ruang operasi dengan raut wajah sedih. “Perawat, halbae mana? Operasi sudah selesai? Taechan bagaimana?!” Mereka bertiga sudah mengajukan banyak pertanyaan. “Mianhae….. Taechan sudah pergi….” Semua terbelalak. “Aniyo!!! Taechan tidak mungkin….” Changjo belum selesai berbicara tapi sang kepala perawat sudah memotongnya. “Ne, Taechan sudah…. me… me.. meninggal….” Changjo tak mampu menahan tangisnya. Ia jatuh tepat di depan para perawat. Hyunseong hanya bisa memukul tembok, menangisi adik kecilnya itu. Minwoo menaikkan kepalanya, agar air matanya tidak keluar. ‘Shim uisa masih di dalam~ Ia juga menangis sama seperti kalian~ kalian bisa masuk ke sana~ Oh, ya, sebelum meninggal, Taechan juga menitipkan surat untuk kalian bertiga~” Kata salah satu perawat sambil memberikan 3 surat untuk Minwoo, Hyunseong, dan Changjo. “Apa isinya??” Tanya mereka dalam hati.

To Be Continued….. to the last part~ (Part 16)

Tags:

Taechan POV

Malamnya, sambil membawa beberapa pakaianku, Jonghyun mengantarku ke klinik halbae, menitipkan aku pada halbae. Aku juga baru tahu kalau Teen Top akan pergi ke Jepang. Jonghyun juga akan tinggal lebih lama. Dia akan mengikuti kejuaraan boyband dance Japan-Korea 2012. Dia akan tinggal di Jepang selama 2 minggu. Sementara halbae membereskan kamar untuk tempatku tidur…. “Tae, janji padaku ya~ Kau harus jaga kondisimu, jangan sampai sakit. Doakan aku, Tae~” “Pasti, Jonghyun~” Kataku sambil memegang kedua pipinya. Aku mencium kening Jonghyun dengan pelan. “Taechan….” “Mwoya? Itu faktor keberhasilanmu! kkkk sudah sana berangkat!” Ucapku sambil mendorongnya pelan. Walalupun pipinya memerah, Jonghyun tersenyum padaku. “Ne, Tae~ Annyeong!! Hwaiting!!!” “Hwaiting, Jonghyun!!” Lalu, Jonghyun segera berangkat ke Jepang. 종 현, 사랑해~ 화이팅! Tiba-tiba, halbae sudah duduk di sampingku. “Kau menyukainya, Tae?” “Umm… halbae…. ne~” “Apa kalian berpacaran?” “Aniyo! Waeyo?” “Kalau kau benar-benar menyukainya, nyatakanlah~ Dia juga menyukaimu, Tae.” “Aku tahu, halbae. Dia juga tahu. Hanya saja….” “Karena dia seorang idol?’ Aku menggeleng. “Lalu?” “Halbae tahu~ Penyakitku ini sudah semakin parah~” “Lalu kau akan menyerah begitu saja?! Membiarkannya menggerogoti seluruh tubuhmu?! Tae, halbae akan berusaha sekuat tenaga untuk menyembuhkanmu. Halbae janji.” Aku hanya terdiam mendengar ucapan halbae. Halbae belum pernah marah seperti ini. Jika marah, ia akan diam. Namun, ini pertama kalinya, ia meluapkan segala emosinya. Halbae bukan marah. Halbae hanya berusaha menyadarkan aku…. Aku tahu itu.

 

13 hari kemudian……

 

Minwoo POV

Hari ini, Taechan, aku, dan seluruh member Boyfriend dan Teen Top berencana nonton film di dorm. “Minwoo, ayo nonton film di dorm Teen Top! Ajak saja hyung-hyungmu.” “Ne,Tae. Mau nonton film apa?” “Film kesukaan kita, A Moment to Remember~ kkkk” “Jinjja?! Aku ke sana secepatnya deh~” “Oke!” Aku langsung mengabari seluuruh hyungku. “Jinjja? Ayo ke sana!” Kata Jeongmin hyung dengan semangat. akhirnya, aku dan hyung-hyungku berangkat ke dorm Teen Top dengan mobilnya Donghyun hyung. Sesampainya di dorm Teen Top….. “Waaaa!!! Boyfriend!!” Ricky berteriak seperti anak kecil kkkk. “Hari ini kita jadi nonton?” Tanya Hyunseong hyung. “Jadi dong, oppa! ^_^” Kata Taechan semangat. Senyum mengembang di wajahnya. Aku merasa bahagia melihat Taechan tersenyum. Entah kenapa, aku selalu punya semangat dalam hatiku untuk membuatnya tersenyum terus. Kami semua menikmati filmnya. entah kenapa A Moment to Remember adalah film favoritku sejak kecil. Saat film itu mencapai part saat Sujin meninggalkan Chulsoo karena penyakitnya, tiba-tiba….. “hah… hah… hah…” Taechan terus memegangi dadanya. “Taechan, waeyo?” Tanyaku pada Taechan yang duduk disampingku. “mollayo…” Taechan pingsan!!!!!!!

 

Author POV

Semua menjadi panik ketika Taechan pingsan. “Taechan!!!” Minwoo segera menggendong Taechan diikuti member yang lain. L.Joe lupa mematikan dvdnya! Mereka membawa Taechan ke klinik Shim halbae. “Halbae!!!” Hyunseong memanggil halbaenya. “Waeyo? Taechan!! Minwoo, antar ke ruang pemeriksaan. Halbae manggil stetoskop dulu.” “Ne, halbae.” Minwoo segera mengantar Taechan ke ruang pemeriksaan. Beberapa saat kemudian, halbae datang dan memeriksa Taechan. Saat memeriksa Taechan…. “aniyo! ini tidak mungkin! tidak mungkin separah ini!” Ucap halbae dalam hati. “Kita harus membawa Taechan ke rumah sakit. Ayo!” Semua mengantar Taechan ke Rumah Sakit Seoul, yaitu tempat kakek bekerja selain di klinik miliknya sendiri. Peralatan di rumah sakit lebih lengkap, jadi Taechan bisa mendapat perawatan yang lebih baik di rumah sakit. Sesampainya di UGD rumah sakit, kakek langsung menyuntikan obat pada Taechan. “Cucuku, bertahan ya~ Kamu pasti kuat, Tae. Halbae percaya padamu.” Kata halbae dalam hati sambil membelai kepala Taechan. Setelah disuntikkan obat, Taechan dipindahkan ke ruangan 1611. “Halbae, Taechan tak apa-apa kan?” tanya Niel dan Chunji ketika halbae keluar dari ruang UGD. “Ne. Halbae sudah menyuntikkan obat padanya. Perawat sudah memindahkannya ke ruang 1611. Dia belum sadar, jadi tunggulah.” Dengan semangat Minwoo naik lift ke lantai 16 dan masuk ke ruangan nomor 1611. Minwoo langsung duduk di samping Taechan, membelai kepalanya dengan lembut. “Taechan….” Minwoo memanggil Taechan pelan. Sementara yang lain sedang berusaha menelfon Changjo. “Aduh, Jonghyun handphonenya susah ditelfon!” Kata Hyunseong. “Coba Minsoo hyung saja yang telfon!” Kata Jo Twins serempak. “aish, Jo twins~ ne, ne~” Ternyata bisa!!! “Yoboseyo?” Changjo mengangkat telfonnya. “Jonghyun-ah! Taechan masuk rumah sakit! Tadi dia pingsan saat kami menonton A Moment To Remember.” Changjo hanya terdiam. Namun, CAP tahu ia kaget. “Hyung, jinjja?! Sekarang, bagaimana keadaannya??!!” “Taechan belum sadar, tapi halbae sudah menyuntikkan obat untuknya. Bagaimana keadaanmu di Jepang?” ” Aku baru saja selesai tampil~ Pengumumannya 5 menit lagi~ Aku akan pulang hari ini, hyung.” CAP terkaget mendengar keputusan Changjo untuk pulang hari ini. “Jonghyun-ah, bukannya kau akan pulang besok?” “aniyo, hyung. Aku khawatir dengan Taechan. Selesai pengumuman, aku akan membereskan barang-barangku di hotel, lalu mencari tiket pulang ke Seoul di Bandara Haneda. Annyeong, hyung!” Changjo langsung menutup telfonnya. “Apa yang dikatakan Jonghyun?” Tanya Jeongmin dan L.Joe. CAP menjelaskan semuanya. Raut wajah semuanya tampak kaget dan bingung~

 

Changjo POV

“Selamat untuk juara 1, CHOI JONGHYUN dari TEEN TOP!!!!” Waaaaa! Aku meraih juara 1! Aku segera mengambil pialaku dan memberikan kata sambutan dengan cepat. Setelah itu, aku kabur dengan taxi ke hotelku di Shinjuku. Aku segera mengemasi barang-barangku selama 20 menit. Huh, semoga aku bisa sampai di Seoul dengan cepat! Dengan taxi yang tadi, aku berangkat menuju Bandara Haneda. Disana, aku mendatangi loket tiket Korean Air. “Annyeonghaseyo~” “Oh, annyeonghaseyo. Anda mencari tiket penerbangan ke mana?” “Saya ingin beli tiket penerbangan ke Seoul yang paling cepat hari ini. Paling cepat jam berapa, ya?” “Jam 4 sore. Sekarang sudah pukul 3 lewatg 30 menit.” “Oke, saya beli tiketnya untuk 1 orang.” Aku segera menyelesaikan administrasi tiket selama 10 menit. Yap! Akhirnya, aku dapat juga! Aku segera check in ke pesawat. Taechan, tunggu aku ya! Aku pasti datang ke rumah sakit!

 

 

 

To be Continued~

Tags:

Author POV

“Jonghyun, palli!!!” Kata Taechan sambil mengambil tas ranselnya. “Ne, ne! Kamu ini semangat sekali!” Kata Changjo sambil berlari mendatangi Taechan yang menunggunya di depan pintu dorm. “Hari ini aku, kamu, dan Minwoo akan main di Lotte World! Jadi aku semangat! :)” Akhirnya, Taechan dan Changjo segera menuju ke Lotte World dengan bis. Sesampainya di sana, mereka langsung bertemu dengan Minwoo yang telah menunggu mereka berdua. “Minwoo!!!!” Taechan berteriak memanggil Minwoo. “Tae, ayo masuk ke dalam! Kita main kayak waktu kita kecil~” “Ne!!” Changjo hanya mengikuti mereka berdua dari belakang. “Ish, Minwoo…. -_-” Changjo hanya diam selama perjalanan. Tiba-tiba…. “Um…Tae…” Changjo memanggil Taechan pelan. “Wae?” “Aku tidak ikut kamu dengan Minwoo.” “eh? 왜안놀요?” “괜찮아~ 안녕!” Taechan hanya terbingung-bingung melihat sikap Changjo yang sedikit aneh. Biasanya kalau diajak ke taman bermain, Changjo selalu senang. Hari ini, tidak sama sekali. Bahkan memutuskan untuk tidak ikut bermain… -_-

Taechan POV

Aku bingung dengan Jonghyun hari ini. Sedikit berbeda dengan sikapnya yang suka main di taman permainan. apa mungkin karena hari ini, aku dengan Minwoo?? “Taechan, waeyo?” Tanya Minwoo padaku. “Aniyo. Ayo kita main!” Minwoo langsung meraih tanganku, dan mengajakku bermain di Lotte World. Hari itu, aku habiskan dengan Minwoo hanya berdua. Bermain di mainan favorit kami saat kecil seperti Carousel, bermain ice skating, dan bermain beberapa permain yang tidak dapat kita coba saat kecil. Wahana terakhir….. “Minwoo, kamu mau main Gyro Swing??” “Taechan! Jinjja?? Permainan itu…” Minwoo hanya tertunduk. Aigoo, padahal aku mau main itu! Namun, aku tahu Minwoo tidak mau naik itu. “Minwoo, aku mau main itu….” aku menggoyang-goyangkan lengan Minwoo, memaksanya untuk naik Gyro Swing. “Ayo, ya, Minwoo~ Naik Gyro Swing~” “Ne, ne~ aku temani~” Minwoo pun mengalah. kkkkk padahal Minwoo paling takut diajak naik Gyro Swing. Waktu kami kecil, dia pernah bilang kalau dia tidak akan mau mencoba naik Gyro Swing sampai dia besar. Sebenarnya, aku merasa bersalah mengajaknya naik. Aku takut nanti dia langsung pingsan atau sesak nafas. Aku dan Minwoo segera naik Gyro Swing. Gyro Swing tidak terlalu ramai karena permainan ini menakutkan. Kita akan diangkat sekitar 100 meter dan diayun,diputar, yah seperti itu kira-kira. Saat aku dan Minwoo sudah duduk dan memasang alat pengaman, aku melihat wajah Minwoo yang pucat. Aku segera memegang tangannya. “Gwenchanayeo, Minwoo~ Kita pasti aman~” “Ne, arayo, Tae…. hanya saja, aku teringat akan ucapanku dulu.” “Kau ini, omongan anak kecil kadang tidak dipikirkan. Tenanglah, kita naik bersama. Aku ada di sampingmu. Kau percaya padaku, kan?” Ucapku pada Minwoo. Minwoo tersenyum. “Ne, Tae~ aku percaya~” Saat Gyro Swing mulai berayun….. “WOOOHOOOO!!!!” Aku dan Minwoo berteriak. Bukan teriak ketakutan, tapi teriak  bahagia. Setelah kami selesai naik….. “Akhirnya~ Minwoo, gwenchanayeo?” Tanyaku pada Minwoo sambil memegang pundaknya. “Ne~” tiba-tiba, Minwoo meraih tanganku. “Taechan…..” “Umm? Waeyo, Minwoo?” “내 여자친구가 되어줄래?” Aku terdiam. Benarkah ini??? Sahabat kecilku sendiri menyukaiku??? “Tae, aku suka sama kamu sejak kita kecil~ Walaupun aku belum tahu apa artinya, tapi aku selalu punya perasaan ini. Tae, walaupun aku terpisah sama kamu dan aku di China, tapi aku gak pernah lupa wajah kamu sedikitpun.” “Hajiman, Minwoo…. Aku…. aku tidak bisa~ Bukannya apa-apa, hanya saja, aku merasa kalau aku hanya menyayangimu. Aku hanya menyayangimu sebagai sahabatku. Sahabat yang selalu menjagaku dan melindungiku dari kecil.” Aku melihat wajah Minwoo yang sangat sedih. “미안해요, 민우…..” “괜찮아, 태찬~” Minwoo langsung melepaskan tanganku dan pergi meninggalkan aku di depan Gyro Swing….. 민우, 미안해……

Changjo POV

Aku menunggu Taechan hampir 7 jam. Aish, bosannya…. Jam 7, Taechan menelfonku. “Jonghyun…..” “Waeyo? sudah selesai?” “Ne. Kamu dimana?” “Aku di Lotte Crepes~” “Aku ke sana, ya~” Tadinya, aku berencana menjemputnya. Tapi, kalau didengar dari nada bicaranya, sepertinya Taechan mau menceritakan sesuatu. Aku berharap ini bukan tentang hal-hal yang ia mainkan dengan Minwoo~ -_- Hanya dalam beberapa menit, Taechan datang dengan lesu. “Waeyo, Tae? Capek?” Tanyaku. Taechan langsung duduk dan meminum es teh manisku. “Tadi…. Minwoo menanyakan apa aku mau jadi pacarnya…” Kata Taechan padaku yang sedang minum es tehku. Aku tersedak mendengar ucapannya. Taechan menepuk punggungku beberapa kali. “종현, 괜찮아??” “네,태~ 진짜??!!” “네!!” “Kamu mau jadi pacarnya?” “아니요” “왜?” “aku tidak mencintai Minwoo~ Walaupun dia sangat baik padaku, aku menganggapnya hanya sebagai sahabat saja~” Aku memegang kepala Taechan. “Kalau itu keinginanmu, mengapa tidak?” “Haya saja, Minwoo kelihatan sangat sedih. Aku merasa bersalah.” “Tapi itu bukan salahmu~ Jika kita mencintai seseorang, maka kita juga harus berani untuk sakit hati.” Ucapku dengan bijaknya kkkkk. “Ya sudah, kita mau pulang?” “Ayo, sekarang saja.” Begitu kami akan pulang, aku mendapat telfon dari manager. “Jonghyun-ah~” “Waeyo, manager?” “Cepat kembali~ Kita akan segera ke Jepang!” Oh ya! Aku lupa!! Hari ini aku harus ke Jepang!! Besok akan ada Teen Top fanmeeting di Tokyo!

Tags:


  • 심태찬: heo gyeonghwan juga ganteng kok hehe cuma kalo 7 ini termasuk tinggi gitu, kalo heo gyeonghwan kan pendek huhu :)
  • Caroline: kok ga ada heo gyeong hwan ya?X')
  • Dyah Galih (@dyahlittle): Sohee kayak kembarannya Xiumin :D Kris juga mirip Jerry Yan cool and Sehun mirip Wu chun imut banget!

Categories