Taechan and her mind~

Archive for December 2011

Advertisements

Author POV

“Tae, mian ya~” Kata Changjo tertunduk sambil memakan bulgoginya. “Ah, gwenchana~ neoneun nae oppa! ^^” “kkkk jinjja?” “Ne! You are my brother, Choi Jonghyun!” “Sebenarnya, aku sangat bahagia, Jonghyun. Bahagia atas apa yang kau lakukan padaku tadi~ aku senang kau menyukai bulgogi buatanku~ :)” Gumam Taechan dalam hati. Saat sedang makan…..” Lho, Jonghyun, liat deh kakek itu!” Taechan melihat seorang kakek tengah panik karena sang nenek pingsan. “Ayo, Tae, kita tolong!” Mereka berdua langsung mendatangi kakek itu. “Jeogyeo, Harabeoji, waeyo?” “Penyakit istriku kambuh. Eotteokhae?” Mata kakek itu mulai sembap. “Harabeoji, kami akan membantu harabeoji membawa halmeoni ke rumah sakit.” Taechan dan Changjo segera membantu kakek tersebut membawa nenek ke rumah sakit. Karena mereka tidak membawa kendaraan, terpaksa mereka harus naik taksi. Sesampainya di Jinan Hospital, mereka berdua langsung mengantar nenek tersebut ke UGD. Sang kakek menunggu dengan khawatir. “harabeoji hanya tinggal berdua dengan halmeoni?” “Aniyo. aku juga tinggal dengan anak perempuanku.” “Harabeoji, bolehkah kami menghubunginya untuk kesini?” “Baik. Nomornya 08xxxxxxxx” 10 menit kemudian…… anak perempuan kakek itu datang bersamaan dengan keluarnya dokter. “Appa, eomma eotteokhae? euisanim, eotteokhae?” “Mianhamnida. Istri anda sudah tiada.” Kakek tersebut langsung menangis keras. Apalagi saat jenazah istrinya dikeluarkan, tubuhnya yang renta itu tidak berhenti memeluk halmeoni. “Harabeoji…” “Sudahlah, kalian pulang saja. Aku akan menjaga ayahku disini.” “Noona tidak apa-apa jika kami tinggal?” Tanya Changjo. “Ne.” “Ya sudah kami pulang ya~” “Gomawo! eh, nama kalian siapa?” “Naneun Shim Taechan ibnida~ Nae chingu ireumeun Choi Jonghyun ibnida~” “Oh… Jonghyun, Taechan, gomawoyo!” “Cheonmaneyo, eonni!” Akhirnya, Taechan dan Changjo meninggalkan Jinan Hospital.

Taechan POV

Aku dan Changjo segera meninggalkan Jinan Hospital dan pergi ke Jinan Station. Kami pun segera membeli tiket untuk pulang ke Seoul. Saat di kereta…. “Jonghyun, harabeoji itu kasihan…” Ucapku sambil menyelonjorkan kakiku. “Ne… halmeoni meninggalkannya~” “Jonghyun, jangan seperti harabeoji itu ya~” Kataku pelan. Changjo langsung menatapku dalam. “Wa..Wa..Waeyo?” “Maksudku…. jangan bersikap seperti harabeoji itu kalau aku….” “Itu refleks, Taechan~ Lagipula, aku tidak akan seperti itu dan aku yakin kau bisa bertahan hidup!” Changjo langsung menggenggam tanganku untuk meyakinkanku bahwa aku masih bisa hidup lama. Tapi, jujur saja aku sama sekali tidak yakin. Aku tidak pernah mendapatkan perawatan intensif dari rumah sakit. Tiba-tiba, ponsel Changjo berbunyi… “Yoboseyo?” “Changjo!” “Lho? Byunghun hyung, waeyo?” Ternyata, Byunghun oppa yang menelpon. “Nanti malam, kita ada penampilan di SBS. Neoneun eodieyo?” “Aku masih di….. di perjalanan ke Seoul~” “Ya sudah kami menunggumu~ kau langsung ke SBS saja~” “Taechan juga diajak?!” “Ne! Kamu mau tinggalin dia dirumah sendiri? Hyung berangkat dulu, bye!” Nanti aku akan diajak ke SBS!! Yooohooo!!!! 🙂

To be Continued….

Tags:

Changjo POV

“Kau serius mengatakan itu?” Tanya Taechan padaku. Aku hanya terdiam. Aku tidak mampu menjawab apa-apa karena aku benar-benar keceplosan dan aku tidak sengaja mengatakan ‘kata’ itu. Ah, apalah aku tidak akan menyebutnya. Pengakuan yang buruk -_-  “ah, sudahlah, lupakan saja soal yang tadi. Jonghyun, kau tadi nonton film cinta-cintaan ya??” “Ih, apaan!!!! Kalau aku menontonnya, memang kenapa?” “Tuh, terbukti, kan! Buktinya dialognya langsung kau sebutkan!” “Kau ini ada-ada saja… -_-” Untung saja Taechan mampu mencairkan suasana. Sebenarnya aku benar-benar tidak tahan!! Ah, kenapa aku tidak jujur saja?! 😛 Choi Jonghyun, neoneun baboya!! “Oh, ya, Tae, besok aku akan mengajakmu ke suatu tempat~” “Eodieyo?” “Ah, besok kau ikut saja! Oh, ya, besok jangan lupa bawa bekal makan siang~” “Ah, waeyo?” “Bawa saja! Nanti kau kelaparan~”

 

Taechan POV

Aku benar-benar tidak menyangka dengan kata-kata Changjo kemarin. Orang ini aneh ya? Siang kemarin, ia memukul kepalaku dengan kencang karena aku kabur membeli sepatu. Sorenya, ia bilang kalau ia suka padaku?! Besoknya, aku diajak Changjo naik kereta ke suatu tempat.  Aku sudah membawa bekalku yang sebenarnya cukup berat dan dia juga sudah membawa bekalnya. Tadi pagi, aku memasak untuk bekal kami berdua. ^_^ Aku benar-benar tidak ada ide kita berdua akan kemana. “Jonghyun, uri eoddilkkayo?” tanyaku pada Changjo saat kami menunggu kereta di Seoul Station. “Nanti kamu tahu. Ikut saja.” Aku memanyunkan bibirku. “Kenapa sih dengan tempatnya?”  “Gwaenchana. Tempat itu indah. Jadi aku akan membawamu ke situ.” “Tempatnya kayak apa?? Penasaran nih!” “Nanti kan kamu tahu kalau sudah ke sana! -_-” Akhirnya, kami naik kereta menuju sebuah kota bernama Jinan. Ternyata, Changjo akan membawaku ke Jinan. Oh… aku kira kita akan ke tempat terpencil. Jinan tidak terlalu terpencil. Kota ini cukup indah. “Jonghyun, ini tempatnya?” Kataku sambil menggendong tas unguku. “Ne. Tae, ikut aku!” Changjo langsung menarikku ke suatu tempat. Tempat apa ya?

 

Author POV

Changjo langsung mengajak Taechan ke suatu taman yang sangat indah. Pohon cherry blossom bermekaran. Taman itu benar-benar sejuk dan bersih. “Kenapa kamu ngajak kesini, Jonghyun?” “Gwaenchana. Dulu waktu aku kecil, aku pernah diajak kakek nenekku ke sini.” Taman itu tidak terlalu banyak pengunjungnya. Hanya beberapa pasangan kakek-nenek yang sedang menikmati udara sejuk di taman. “Waaaa, udara disini sejuk!” Taechan berputar-putar di taman kecil itu. Sementara Changjo hanya tersenyum melihat kelakuan Taechan yang seperti anak kecil. “Taechan!” Panggil Changjo. “Ne??” “Sini, bantu aku sebentar!” Taechan memanyunkan bibirnya, sementara Changjo hanya tersenyum kecil melihat ekspresi Taechan yang seperti itu. “Mau ya??? Bantu aku sebentar, tidak sampai 5 menit~” “Ah, ne, ne, aku bantu~” Taechan segera membantu Changjo menyiapkan tempat untuk berpiknik. “Jadi, sebenarnya kita akan…..” “Kita akan berpiknik, Taechan!” Changjo memukul kepala Taechan dengan pelan. “Iya, Choi Jonghyun! Arrayo~” Setelah selesai, Changjo dan Taechan pun segera mengeluarkan bekal makan siangnya. “Itu bekalmu, Tae? Bawa apa?” tanya Changjo sambil membuka tasnya. “Hari ini aku bawa gimbap~ kamu?”

Tiba-tiba, Changjo pun panik. “Tae, bekalku ketinggalan! bekalku ketinggalan di kereta!” “Hah?! Jinjja?! Kok bisa?!” “Tadi aku buka untuk melihat bekal yang disiapkan Minsoo hyung. Apa daya ternyata bulgoginya tertinggal TT_TT” Taechan segera mengeluarkan 1 kotak makan lagi. “Lho, Tae, ini apa? punyamu juga?” “Bukan, itu punyamu.” “Hah?! Punyaku?” Changjo segera membuka kotak makan itu dan isinya…. bulgogi! “Tae, kamu tahu makanan favoritku?” “kkkk ne, nan arayo~ ^^ aku tidak tahu apakah rasanya sesuai seleramu. aku harap kau menyukainya~” Changjo langsung mencicipi bulgogi buatan Taechan. “Tae, mashittda!!!!” “Jinjjayeo?” “Ne!!! Taechan, ternyata kau bisa masak sebaik ini?” “kkk ne~ ya sudah, makan saja bulgoginya~ aku buatkan untukmu ^^” “Gomawo!!” Changjo langsung mencium pipi Taechan. Seketika itu juga, muka Taechan langsung memerah seperti tomat. “Choi Jonghyun!!!!!” Taechan pun langsung berteriak ketika Changjo mencium pipinya. “OMO!!! Apa yang Changjo lakukan?! He stole my first cheeks kiss!!!! Kau membuat mukaku seperti tomat!!!!” Gerutu Taechan dalam hati. “Omo!!! Choi Jonghyun, pabo!!!!!!! apa kau tidak punya otak?! Kenapa bisa refleks seperti itu?! ” Changjo pun juga ikut menggerutu dalam hati. “e…. Tae, gwenchana?” “Umm…. ne…”

 

 

 

To be Continued~

Tags:

Author POV

“Taechan!!!!!!!” Changjo pun langsung keluar toko dan lari-lari mencari Taechan. “Taechan!!!” Changjo benar-benar khawatir pada cewek itu. Dia membayangkan penyakit Taechan (baca : kanker paru-paru) akan kambuh dan tiba-tiba Taechan ambruk dan segala hal yang buruk terjadi. Changjo mencari ke sekelilingnya, ia berkeliling pasar Dongdaemun yang sebenarnya boleh dibilang sangat luas. “Aish, Taechan kemana lagi?! mana handphonenya gak aktif lagi! Gak tahu apa dia kalo aku khawatir?!” Tiba-tiba, Taechan muncul dari belakangnya membawa sebuah tas belanja. “Jonghyun, mana es krimku?” tanya Taechan dengan tenangnya. PLAK!!!!!! Changjo langsung memukul kepala Taechan. “Auuuu!!! Jonghyun waeyo???!!!” “Neoneun pabo!!!!! Aku tuh khawatir kamu hilang atau diculik!! atau penyakitmu kambuh lagi!” “Jonghyun, nan gwaenchanayeo!” “Tapi kamu pergi gak bilang-bilang! Aku pikir kamu hilang, tau gak?! Kalo nanti tiba-tiba kamu ambruk di jalan, gimana?!” Taechan langsung merasa bersalah mendengar perkataan Changjo. Ia tahu Changjo pasti khawatir sekali karena ia langsung kabur begitu saja. “Jonghyun…. mi…mi…mianhae…..aku tahu harusnya aku bilang ke kamu kalo aku mau pergi. Aku tahu kok kamu khawatir.” “Ya sudah. Gwenchana. Mianhae, Tae. Tadi aku mukul kepalamu agak kencang. Appayo?” Changjo pun langsung membelai kepala Taechan. “Appayo! Jonghyun, kamu mukulnya keras! Neomu appa…” “Tae, mianhae!!!!” “Nan gwaenchana, Jonghyun. Ya sudah kita lupakan saja yang tadi.” “Ya, aku juga malas untuk mengingatnya…..” “Jonghyun, es krimku!” “Oh, ya, ini!! Sudah agak meleleh kekekeke” “Ah, gwaenchana ^_^” Mereka pun berjalan pulang, tapi tiba-tiba….. “Ah….ah….” Tae merasa pusing dan….. ia mulai batuk berdarah. “Taechan, Taechan!!” “Jonghyun, penyakitku….. kambuh….” “Ayo Tae, kita pulang!” “Uri eoddilkkayo?” “Kita ke dormku saja~” Changjo langsung membopong Taechan yang mulai mengeluarkan darah dari batuknya. “Taechan, bertahan ya! Bentar lagi kita sampai dorm!” Akhirnya, begitu sampai dorm Teen Top, Changjo langsung membaringkan Taechan di kasur tingkatnya. “Tae, obatmu mana?” “Obatku di tas. Berikan tasku. Biar aku yang cari.” “Aku ambilkan air putih dulu ya~”

Taechan POV

Penyakitku kambuh lagi dan aku segera dibawa ke dorm oleh Changjo. Aku gak ngerti kenapa Changjo jadi sebaik ini padaku dan….. aku rasa aku  juga jadi sangat baik padanya…. “Tae, ini~” Changjo menyodorkan segelas air putih padaku dan aku langsung meminum obat tablet dari dokterku. “Tae, gwaenchanayeo? Aku khawatir waktu kamu batuk berdarah.” “Mianhae, Jonghyun. Tadi aku bikin kamu khawatir.” “Udah,Tae. Ga usah diinget! Malah nanti kamu sakit lagi.” “Jonghyun, aku pengen nanya~” Changjo menatapku serius. Aku tidak tahu apakah dia akan marah dengan pertanyaanku. Choi Jonghyun…. “Kenapa kamu peduli sekali padaku?” Changjo mulai sedikit bingung harus menjawab apa. “Choi Jonghyun! jawab aku! -_- apa karena….” “Karena aku suka padamu!” CHOI JONGHYUN????!!!!

To Be Continued~

Tags:

Author POV

Taechan dan Changjo sampai di Pasar Dongdaemun. “Emangnya kamu mau beli hadiah apa, Tae?” “Molla. bingung….” “Emangnya dia orangnya kayak apa?” “Dia seorang cowok yang suka ngedance dan…..” Taechan belum selesai berbicara, tapi Changjo sudah memotongnya duluan. “Ah, aku tahu!!! Ikut aku, TaeChan!” Changjo langsung menggandeng tangan Taechan dan berlari ke sebuah toko yaitu…. toko sepatu….. “Jonghyun, kita ke toko sepatu?” “Ya. Katamu, orangnya suka nge-dance! Kau harus membelikannya sepatu!” “Kenapa sepatu?” “Sebagai dancer, mereka butuh sepatu yang nyaman, kan?” “Ya sih. Jonghyun, idemu bagus!! Gomawo!!!” “Ne, cheon~” Akhirnya, mereka berdua mencarikan sepatu yang bagus untuk ‘cowok’ itu. “Jonghyun, yang ini bagus?” tanya Taechan. Changjo hanya menjawab seadanya. “Ya bagus~” Tiba-tiba, Changjo melihat sebuah sepatu berwarna putih bergaris hijau. “Sepatu itu bagus banget! Ugh, sayangnya, gajiku dibayar bulan depan…. -_-” Gumam Changjo dalam hati. “Jonghyun, waeyo? kenapa kamu liatin sepatu itu terus?” “Ah, gwaenchanayeo~ kamu mau beli sepatu yang mana?” “Besok saja aku kembali lagi ke sini. Aku masih belum tahu beli yang mana.” “Ya sudah, besok aku temani.” Changjo dan Taechan pun segera meninggalkan toko tersebut. “Tae, kau masih bingung sepatu mana yang mau dibeli?” “Ehm…. ya….sepatu disana lumayan mahal. Padahal uang yang dititipkan kakakku tidak begitu banyak. Uangnya kan bukan hanya untuk beli sepatu…” “Ya sudah, lebih baik kita makan es krim saja! Aku traktir!” Taechan pun terkaget mendengar ucapan Changjo. “Jinjja?! Geurae?!” “Ne! aku traktir deh~” Changjo dan Taechan pun segera menuju ke toko es krim. “Kamu mau beli es krim apa, Tae?” “Coklat ya!” “Ya sudah. Coklat 1, Vanilla 1~” Changjo pun menunggu pesanan es krim. “Tae, ini es…….” Taechan hilang!!!!!

Tags:

Ah, Ah, hana, dul, set. Welcome to the Super Show! Let’s Go~!!
My name is DongHae. Let’s party tonight!! (ssa! ssa!)

geudaeui ma-eum-e bul-eul jilleo (jilleo) naega wonjo yeoja killeo (killeo) munja sseossda jiwossdaga sseossda jiwossdaga hage hwag kkosyeobolla bam-e jam mos jage michidolog gamanduji anh-a naleul mallil saeng-gag haji mala geuleodaga dachinda

asa pil bad-ass-eo bamsaedolog dallilkka nugul nae mamdaelo bamsae bul-eul jileulkka
Hey won’t you take me to funky town
I’m international Baby 123 Let’s go

naega tteossdahamyeon da oechyeo oppa, oppa. Tokyo, London, New York, Paris, oppa, oppa.
I’m so cool, I’m so cool, Party like a superstar, ippeun-ideul da moyeola tteossda oppa, oppa.

ilijeoli ippeun-i issneun gos-e gaseo (HOLLA) yolijoli danimyeonseo Shawty Shawty (HOLLA) oppa oppa lago da bulleo nan gugjejeog-in oppa jib-e gajima lago hajima nan modeun iui oppa

assa gibun johda oneul gyesog dallilkka nugul nae mamdaelo bamsae bul-eul jileulkka
Hey won’t you take me to funky town
I’m international Baby 123 Let’s go

naega tteossdahamyeon da oechyeo oppa, oppa. Tokyo, London, New York, Paris, oppa, oppa.
I’m so cool, I’m so cool, Party like a superstar, ippeun-ideul da moyeola tteossda oppa, oppa.

naega tteossdahamyeon da oechyeo oppa, oppa. Tokyo, London, New York, Paris, oppa, oppa.
I’m so cool, I’m so cool, Party like a superstar, ippeun-ideul da moyeola tteossda oppa, oppa.

I say Donghae. You say oppa. Donghae (oppa) Donghae (oppa)
I say Eunhyuk. You say oppa. Eunhyuk (oppa) Eunhyuk (oppa)
I say Suju. You say oppa. Suju (oppa) Suju (oppa)

(1,2,3 Break down)

(Uh yeah~~~) naega tteossdahamyeon da oechyeo oppa, oppa. Tokyo, London, New York, Paris, oppa, oppa I’m so cool, I’m so cool, Party like a superstar, ippeun-ideul da moyeola tteossda oppa, oppa

(Uh yeah~~~) naega tteossdahamyeon da oechyeo oppa, oppa. Tokyo, London, New York, Paris, oppa, oppa I’m so cool, I’m so cool, Party like a superstar, ippeun-ideul da moyeola tteossda oppa, oppa

Happy birthday Junsu a.k.a Xiah!!! Wish you all the best 🙂